B. DASAR DAN TUJUAN YADNYA

Dasar Dan Tujuan Yadnya

Dasar pelaksanaan Yadnya adalah adanya tiga hutang yang disebut dengan istilah Tri Rna, yang terdiri dari :

  1. Dewa Rna adalah hutang kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa.
  2. Rsi Rna adalah hutang kepada para Maha Rsi. 
  3. Pitra Rna adalah hutang kepada orang tua atau leluhur.
Ketiga Hutang inilah yang hatus kita sadari. DEngan menyadarinya kita dapat membalas budi baik yang telah diberikan kepada kita. Dengan membalas budi baik itu kita akan dijauhkan dari segala dosa.

Adapun tujuan umat manusia melaksanakan Yadnya adalah sebagai berikut    :
a. Untuk mencetuskan rasa terima kasih.
b. Untuk mengamalkan ajaran Weda
c. Untuk meningkatkan kualitas diri.
d. Untuk penyucian.
e. Untuk dijadikan sarana yang berhubungan dengan Tuhan.

Dalam melaksanakan Yadnya terdapat tiga unsur yang saling berkaitan erat, yang disebut dengan istilah "Tri Manggalaning Yadnya" yang terdiri dari :
  1. Sang Yajamana adalah orang yang mempunyai atau yang melaksanakan kerja atau Yadnya tersebut.
  2. Sang Widya/ Pancagra adalah tukang Banten.
  3. Sang Sadhaka adalah orang yang muput upacara tersebut ( Sulinggih ).



C. Bentuk-Bentuk Pelaksanaan Yadnya Dalam Kehidupan


Menurut waktu pelaksanaannya :

1)   Nitya Yadnya adalah yadnya yang dilakukan setiap hari, yang termasuk Nitya Yadnya :

a.    Tri Sandhya, yaitu tiga kali menghubungkan diri (sembahyang) kehadapan Sang HyangWidhi, dengan kurun waktu pagi hari, tengah hari, dan senja atau malam hari.

b.    Yadnya Sesa (mesaiban/ngejot) adalah yadnya yang dipersembahkan kehadapan Sang HyangWidhi setelah masak atau sebelum menikmati makanan.
c.    Jnana yadnya adalah yadnya dalam bentuk pengetahuan, antara lain melaksanakan proses belajar mengajar.

2)   Naimitika Yadnya adalah yadnya dilaksanakan pada waktu-waktu tertentu yang sudah terjadwal.

3)   Insidental adalah yadnya yang dilaksanakan pada kejadian-kejadian tertentu yang tidak terjadwal dan dipandang perlu untuk melaksanakan yadnya.

Menurut kuantitasnya :

1)   Nista artinya yadnya tingkatan kecil. Dibagi tiga tingkatan, yaitu :

a.    Nista ning nista : terkecil diantara yang kecil.

b.    Madyaning nista : sedang diantara yang kecil.

c.    Utamaning nista : terbesar diantara yang kecil.

2)     Madya artinya sedang. Dibagi tiga tingkatan :

a.    Nista ning madya : Terkecil diantara yang sedang.

b.    Madyaning madya : sedang diantara yang sedang.

c.    Utama ning madya : terbesar diantara yang sedang.


3)     Utama artinya besar. Dibagi tiga tingkatan :

a.    Nista ning utama : terkecil diantara yang besar.

b.    Madya ning utama : sedang diantara yang besar.

c.    Utama ning utama : yang paling besar

Menurut kualitasnya :

1)   Tamasika yadnya adalah Yadnya yang dilaksanakan tanpa mengindahkan petunjuk-petunjuk Sastra, Mantra, Kidung Suci, Daksina dan Sradha.

2)   Rajasika yadnya adalah yadnya yang dilaksanakan dengan penuh harapan akan hasilnya dan bersifat pamer kemewahan.

3)   Satwika Yadnya adalah Yadnya yang dilaksanakan berdasarkan Sradha, Lascarya, Sastra Agama, Daksina, Mantra, Gitaannasewa, dan Nasmita.
Pada prinsipnya yang harus diperhatikan dalam melaksanakan Yadnya adalah a) Keyakinan atau Sradha, b) ketulusanhati, c) kesucian, d) berpedoman pada Sastra Agama, e) penyesuaian dengan desa, kala, patra, f) upacara dan upakara (daksina), g) adanya puja, Mantra, dan Gita, serta yang lain yang berhubungandengan Dharma.


C. Pokok-Pokok Ajaran Panca Yadnya


Pelaksanaan Panca Yadnya merupakan realisasi dari ajaran Tri Rna yaitu tiga macam hutang yang kita miliki dalam hidup dan kehidupan ini. Umat manusia akan merasa berdosa dalam hidup ini, jika tidak membayar hutang-hutang tersebut. Cara atau upaya untuk membayar Rna (hutang-hutang) tersebut dirumuskan dalam Panca Yadnya.



D. Rumusan Panca Yadnya

Penjelasan-penjelasan tentang Panca Yadnya menurut kitab suci Weda maupun Kitab Sastra lain.
a.  Kitab Sathapata Brahmana adalah bagian dari RgWeda. Penjelasan tentang Panca Yadnya pada kitab ini :

o      Bhuta Yadnya    : yadnya kepada parabhuta.

o      ManusaYadnya : persembahan berupa makanan yang ditujukan kepada orang lain atau sesama.

o      Pitra Yadnya    : yadnya kepada para leluhur yang disebut swadha.

o      Dewa Yadnya  : yadnya kepada para dewa yang disebut swaha.

o      Brahma Yadnya : yadnya dengan mempelajari pengucapan ayat-aya tsuci Weda.

b.    Kitab Bhagawadgita pada sloka IV.28. Penjelasannya :

o      Drvya Yadnya : persembahan dengan berdana punia harta benda.

o      Tapa Yadnya : persembahan berupa pengendalian indria.

o      Yoga Yadnya : persembahan dengan melakukan astangga yoga.

o      Swadyaya Yadnya : persembahan berupa pengendalian diri dengan belajar sendiri langsung kehadapan Sang Hyang Widhi.

o      Jnana Yadnya : persembahan berupa ilmu pengetahuan.

c.    Kitab Manawa Dharmasastra. Penjelasannya :

o      Brahma Yadnya : persembahan dengan belajar dan mengajar secara penuh keikhlasan.
o      Pitra Yadnya : persembahan dengan menghaturkan tarpana dan air kepada leluhur.

o      Dewa Yadnya : persembahan dengan menghaturkan minyak dan susu kehadapan para Dewa.
o      Bhuta Yadnya : persembahan dengan melaksanakan upacara bali kepada para Bhuta.
o      Nara Yadnya : Yadnya berupa penerimaan tamu dengan ramah tamah.

d.   Kitab Gautama Dharmasastra. Terdapat tiga pembagian Yadnya, yaitu :

o      Dewa Yadnya : persembahan kepada Hyang Agni dan Dewa samodaya.

o      Bhuta Yadnya : persembahan kepada Lokapala (dewa pelindung) dan para dewa penjaga pintu pekarangan, pintu rumah serta pintu tengah rumah.

o      Brahma Yadnya : persembahan dengan pembacaan ayat-ayat suci Weda.

e.    Lontar Korawa Srama. Penjelasannya :
o      Dewa Yadnya : persembahan dengan sesajen dan mengucapkan sruti dan Stawa pada bulan purnama.

o      Rsi Yadnya : persembahan punia, buah-buahan, makanan, kepadapara MahaRsi.

o      Manusa Yadnya : memberikan makanan kepada masyarakat.

o      PitraYadnya : persembahan dengan puja dan bali atau banten kepada para leluhur.

o      Bhuta Yadnya : persembahan berupa puja dan caru kepada para bhuta.

f.     Lontar Singhalanghyala. Penjelasannya :

o      Bojana Patra Yadnya : persembahan dengan menghidangkan makanan.

o      Kanaka Ratna Yadnya : persembahan berupa emas dan permata.

o      Kanya Yadnya : persembahan berupa gadis suci.

o      Brata Tapa Samadhi Yadnya : persembahan dengan melaksanakan Tapa, Bratha, dan Samadhi.

o      Samya JnanaYadnya : persembahan dengan keseimbangan dan keserasian.

g.    Lontar AgastyaBParwa. Penjelasan Panca Yadnya dalam lontar Agastya Parwa paling sesuai penerapannya di Indonesia. Berikut penjelasannya :

o      Dewa Yadnya : persembahan dengan minyak dan biji-bijian kehadapan Dewa Siwa dan Dewa Agni di tempat pemujaan dewa.

o      Rsi Yadnya : persembahan dengan menghormati pendeta dan membaca Kitab Suci.

o      Pitra Yadnya : upacara kematian agar roh yang meninggal mencapai alam Siwa.

o      Bhuta Yadnya : persembahan dengan menyejahterakan tumbuh-tumbuhan dan menyelenggarakan upacara tawur serta upacara Panca Wali karma.

o      Manusa Yadnya : persembahan dengan member makanan kepada masyarakat.





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Materi Ke-3 Agama Hindu Kelas XII

Materi : C. SAD DARSANA

Kelas XII Bab IV ASHTANGGA YOGA DAN MOKSHA