Seni Budaya Kelas XII
A. Ragam Jenis Karya Seni Rupa Dua Dimensi
Kita sudah tahu bahwa karya
seni rupa dua dimensi memiliki banyak agam dan jenisnya. Berdasarkan bahannya
kita mengenal karya seni kriya kulit, kriya logam, kriya kayu, dan sebagainya.
Adapun pengkategorian berdasarkan tekniknya, kita mengenal jenis karya seni
batik, seni ukir, seni pahat, kriya anyam dan sebagainya. Pengkategorian jenis
karya seni rupa berdasarkan waktu perkembangannya, kita dapat mengelompokkan ke
dalam karya seni rupa pra sejarah, tradisional, klasik, modern, pos modern,
kontemporer dan sebagainya. Pengkategorian karya ini sangat kita perlukan
terutama dalam kegiatan kritik dan apresiasi.

Selain berdasarkan bahan,
teknik dan waktu, karya seni rupa dapat dikategorikan juga berdasarkan fungsi
atau tujuan pembuatannya. Melalui pengkategorian berdasarkan fungsi ini kita
mengenal karya seni rupa terapan dan seni rupa murni untuk membedakan kegunaan
praktis dari karya seni rupa tersebut. Untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan
(fungsi) khusus kita dapat mengkategorikan karya seni nipa yang memiliki fungsi
sosial, ekspresi, pendidikan, keagamaan dan sebagainya.
Seni
rupa adalah cabang seni yang membentuk karya seni dengan media yang bisa ditangkap
mata dan dirasakan dengan rabaan. Seni rupa dibedakan menjadi seni rupa dua
dimensi dan seni rupa tiga dimensi. Pada tulisan ini akan dibahas mengenai
simbol dan nilai estetis seni rupa dua dimensi saja. Contoh seni rupa dua
dimensi adalah seni lukis, seni batik, sketsa, dan seni ilustrasi. Jenis simbol
dalam konsep seni rupa 2 dimensi dapat diketahui melalui objek dan unsur-unsur
rupanya, serta pada visualisasi bentuk objek dan tema seni rupa. Sedangkan
nilai estetis dalam konsep seni rupa 2 dimensi merupakan nilai keindahan dan
keunikan pada sebuah karya seni rupa 2 dimensi itu sendiri.
A. Simbol Seni Rupa Dua
Dimensi
Dalam seni rupa,
simbol dapat dijumpai pada karya dua dimensi atau tiga dimensi. Dalam
pembelajaran seni rupa, kata Simbol dijelaskan sebagai makna yang dikandung
dalam karya seni rupa baik wujud objeknya atau unsur-unsur rupanya. Simbol
merupakan lambang yang mengandung makna atau arti. Kata simbol dalam bahasa
Inggris: symbol; Latin symbolium, berasal dari bahasa Yunani symbolon (symballo)
yang berarti menarik kesimpulan, bermakna atau memberi kesan. Secara
konseptual, kata simbol ini memiliki beberapa pengertian sebagai berikut.
1. Sesuatu yang biasanya merupakan tanda yang kelihatan
yang menggantikan gagasan atau objek tertentu.
2. Kata; tanda, isyarat, yang digunakan untuk mewakili
sesuatu yang lain: arti, kualitas, abstraksi, gagasan, objek.
3. Apa saja yang diberikan arti dengan persetujuan umum
dan/ atau dengan kesepakatan atau kebiasaan. Misalnya, lampu lalu lintas.
4. Tanda konvensional, yakni sesuatu yang dibangun oleh
masyarakat atau individu-individu dengan arti tertentu yang kurang lebih
standar yang disepakati atau dipakai anggota masyarakat itu. Arti simbol dalam
konteks ini sering dilawankan dengan tanda alamiah.
Simbol dalam sebuah karya seni rupa dua dimensi dijumpai pada objek dan unsur-unsur rupanya. Penataan unsur-unsur rupa seperti warna (color), garis (line), bidang (shape), bentuk (form), gelap terang (value), tekstur (texture) dan ruang (space) dapat menyimbolkan sesuatu. Selain pada unsur-unsur rupanya, simbol dalam karya seni rupa dua dimensi dapat kamu jumpai pada visualisasi bentuk objek dan tema yang terdapat pada karya seni rupa tersebut.
Seorang perupa
(seniman) mengolah unsur-unsur seni rupa fisik dan non-fisik sesuai dengan
keterampilan dan kepekaan yang dimiliki dalam mewujudkan sebuah karya seni
rupa. Berikut ini unsur-unsur seni rupa dua dimensi.
1. Garis adalah unsur fisik yang mendasar dan penting
dalam mewujudkan sebuah karya seni rupa. Garis memiliki dimensi memanjang dan
mempunyai arah serta sifat-sifat khusus seperti: pendek, panjang, vertikal,
horizontal, lurus, melengkung, berombak dan seterusnya. Garis dapat juga
digunakan untuk mengomunikasikan gagasan dan mengekspresikan diri. Garis tebal
tegak lurus misalnya, dapat memberi kesan kuat dan tegas, sedangkan garis tipis
melengkung, memberi kesan lemah dan ringkih. Karakter garis yang dihasilkan
oleh alat yang berbeda akan menghasilkan karakter yang berbeda pula.
2. Raut (Bidang dan Bentuk) yang merupakan tampak,
potongan atau wujud dari suatu objek. Istilah ”bidang” umumnya digunakan untuk
menunjuk wujud benda yang cenderung pipih atau datar sedangkan ”bangun” atau
”bentuk” lebih menunjukkan kepada wujud benda yang memiliki volume (mass).
3. Ruang uang dalam sebuah karya seni rupa 2 dimensi
menunjukan kesan dimensi dari obyek yang terdapat pada karya seni rupa
tersebut. Pada karya dua dimensi kesan ruang dapat dihadirkan dalam karya
dengan pengolahan unsur-unsur kerupaan lainnya seperti perbedaan intensitas
warna, terang-gelap, atau menggunakan teknik menggambar perspektif untuk
menciptakan ruang semu (khayal). Dalam seni rupa dua dimensi, ruang
besifat semu.
4. Tekstur adalah unsur rupa yang menunjukan kualitas
taktis dari suatu permukaan atau penggambaran struktur permukaan suatu objek
pada karya seni rupa. Berdasarkan wujudnya, tekstur dapat dibedakan atas
tekstur asli dan tekstur buatan. Tekstur asli adalah perbedaan ketinggian
permukaan objek yang nyata dan dapat diraba, sedangkan tekstur buatan adalah
kesan permukaan objek yang timbul pada suatu bidang karena pengolahan unsur
garis, warna, ruang, dan terang-gelap.
5. Warna adalah unsur rupa yang paling menarik perhatian.
Menurut teori warna Brewster, semua warna yang ada berasal dari tiga warna
pokok (primer) yaitu merah, kuning dan biru. Dalam berkarya seni rupa terdapat
beberapa teknik Contoh penggambaran tekstur penggunaan warna, yaitu secara
harmonis, heraldis, murni, monokromatik dan polikromatik. Warna dapat
memberikan kesan tertentu. Ada warna muda dan warna tua, warna terang dan warna
gelap, serta warna redup dan warna cerah. Warna gelap cenderung memberi kesan
berat, sebaliknya warna terang dapat memberi kesan ringan.
6. Gelap terang pada karya seni rupa timbul karena adanya
perbedaan intensitas cahaya yang jatuh pada permukaan benda. Perbedaan ini
menyebabkan munculnya tingkat nada warna (value) yang berbeda. Bagian yang
terkena cahaya akan lebih terang dan bagian yang kurang terkena cahaya akan
tampak lebih gelap.
Penataan unsur-unsur visual pada sebuah karya seni rupa menggunakan prinsip-prinsip dasar berupa kaidah atau aturan baku yang diyakini oleh seniman dan perupa pada umumnya dapat membentuk sebuah karya seni yang baik dan indah. Kaidah atau aturan baku ini disebut komposisi. Komposisi dapat mencakup beberapa prinsip penataan seperti: kesatuan (unity); keseimbangan (balance) dan irama (rhythm), penekanan, proporsi dan keselarasan. Prinsip-prinsip dasar ini merupakan unsur non fisik dari karya seni rupa.
1. Komposisi adalah tata susunan yang menyangkut
keseimbangan, kesatuan, irama, dan keselarasan dalam suatu karya seni rupa.
Keseimbangan (balance) adalah kesan yang dapat memberikan rasa mapan (tidak
berat di salah satu sisi) sehingga tidak ada ketimpangan dalam penempatan
unsur-unsur rupa (garis, bentuk, warna, dan lain-lain). Kesatuan (unity) adalah
hubungan keterkaitan antara unsur-unsur rupa yang mengarah pada pusat
perhatian. Unsur-unsur gambar yang baik akan menyatu-padu, tidak terkesan
terpencar atau berantakan. Irama (rhythm ) adalah uraian kesan gerak yang
ditimbulkan oleh unsur-unsur yang dipadukan secara berdampingan dan
keseluruhan. Irama dalam seni rupa ibarat alunan lagu atau musik yang diatur
sedemikian rupa sehingga tercipta suatu keindahan. Irama dalam lukisan juga
bisa diwujudkan dengan pengaturan warna dan bidang. Keselarasan (harmony)
adalah kesan kesesuaian antara unsur yang satu dengan unsur yang lain dalam
satu kesatuan susunan. Misalnya, gambar buah apel yang ukurannya lebih besar
daripada buah pepaya.
2. Proporsi adalah kesan kesebandingan yang ideal
(pantas, sesuai, dan benar) antara unsur yang satu dengan unsur lainnya dalam
satu kesatuan unsur rupa. Penggambaran bentuk objek yang tidak proporsi akan
terlihat janggal. Misalnya, gambar tangan manusia yang ukurannya lebih panjang
dari ukuran kakinya.
B. Nilai Estetis Seni Rupa Dua Dimensi
Estetik
berasal dari kata Estetika yang berarti salah satu cabang dari filsafat.dan
Estetika adalah ilmu yang mempelajari tentang keindahan dari suatu objek yang
indah.jadi Nilai Estetik sendiri mempunyai arti nilai dari suatu keindahan yang
kita rasakan setelah kita rasakan maka kita pun akan menilai seberapa indah
objek tersebut. Nilai Estetik sangat dibutuhkan agar para seniman dapat
menyajikan keindahan ketika mereka menampilkan dan menyajikan kepada para
penikmat.dan juga bisa digunakan untuk layak atau tidaknya suatu seni untuk di
pertontonkan ke masyarakat.
Nilai estetis identik dengan keindahan dan keunikan sebuah karya seni rupa. Nilai estetis sebuah karya seni rupa terutama dipengaruhi oleh keharmonisan dan keselarasan penataan unsur-unsur rupanya. Nilai estetis dapat juga bersifat subjektif sesuai selera orang yang melihatnya. Pengalaman pribadi, lingkungan dan budaya dimana seseorang tinggal dapat menyebabkan nilai estetis sebauh karya seni rupa berbeda antara satu orang dengan orang yang lainnya.
Nilai estetis obyektif memandang keindahan karya seni rupa berada pada wujud karya seni itu sendiri artinya keindahan tampak kasat mata. Sesungguhnya keindahan sebuah karya seni rupa tersusun dari komposisi baik, perpaduan warna yang cocok, penempatan obyek yang membentuk kesatuan dan sebagainya. Keselarasan dalam menata unsur-unsur visual inilah yang mewujudkan sebuah karya seni rupa.
Nilai estetis yang bersifat subyektif beranggapan keindahan tidak hanya pada unsur-unsur fisik yang diserap oleh mata secara visual, tetapi ditentukan oleh selera penikmatnya atau orang yang melihatnya. Sebagai contoh saat melihat sebuah karya seni lukis, seseorang dapat menemukan nilai estetis dari penataan unsur rupa pada karya itu. Sehingga orang tersebut merasa tertarik pada apa yang ditampilkan dalam karya itu dan merasa senang untuk terus melihatnya bahkan ingin memilikinya. walaupun orang lain mungkin tidak tertarik pada karya tersebut. Perbedaan inilah yang menunjukkan bahwa nilai estetis sebuah karya seni rupa dapat bersifat subyektif.
Sebuah karya seni rupa menjadi indah dan unik karena kemampuan perupanya memilih dan memvisualisaikan objek pada bidang garapannya melalui pengolahan unsur-unsur rupa. Berikut ini contoh pengamatan terhadap sebuah karya seni rupa.
Nilai estetis identik dengan keindahan dan keunikan sebuah karya seni rupa. Nilai estetis sebuah karya seni rupa terutama dipengaruhi oleh keharmonisan dan keselarasan penataan unsur-unsur rupanya. Nilai estetis dapat juga bersifat subjektif sesuai selera orang yang melihatnya. Pengalaman pribadi, lingkungan dan budaya dimana seseorang tinggal dapat menyebabkan nilai estetis sebauh karya seni rupa berbeda antara satu orang dengan orang yang lainnya.
Nilai estetis obyektif memandang keindahan karya seni rupa berada pada wujud karya seni itu sendiri artinya keindahan tampak kasat mata. Sesungguhnya keindahan sebuah karya seni rupa tersusun dari komposisi baik, perpaduan warna yang cocok, penempatan obyek yang membentuk kesatuan dan sebagainya. Keselarasan dalam menata unsur-unsur visual inilah yang mewujudkan sebuah karya seni rupa.
Nilai estetis yang bersifat subyektif beranggapan keindahan tidak hanya pada unsur-unsur fisik yang diserap oleh mata secara visual, tetapi ditentukan oleh selera penikmatnya atau orang yang melihatnya. Sebagai contoh saat melihat sebuah karya seni lukis, seseorang dapat menemukan nilai estetis dari penataan unsur rupa pada karya itu. Sehingga orang tersebut merasa tertarik pada apa yang ditampilkan dalam karya itu dan merasa senang untuk terus melihatnya bahkan ingin memilikinya. walaupun orang lain mungkin tidak tertarik pada karya tersebut. Perbedaan inilah yang menunjukkan bahwa nilai estetis sebuah karya seni rupa dapat bersifat subyektif.
Sebuah karya seni rupa menjadi indah dan unik karena kemampuan perupanya memilih dan memvisualisaikan objek pada bidang garapannya melalui pengolahan unsur-unsur rupa. Berikut ini contoh pengamatan terhadap sebuah karya seni rupa.
Karya
|
Aspek yang Diamati
|
Uraian Hasil Pengamatan
|
Unsur-unsur
rupa yang menonjol
|
Unsur
bidang
|
|
Objek yang
tampak
|
Keragaman
bentuk
|
|
Bagian
objek yang paling menarik
|
Proporsi
gambar
|
|
Makna
simbolik pada unsur, objek atau tema.
|
Menunjukan
perpaduan berbagai bentuk
|
|
Unsur-unsur
rupa yang menonjol
|
Unsur ruang
|
|
Objek yang
tampak
|
Warna yang
digunakan serasi
|
|
Bagian
objek yang paling menarik
|
Perpaduan
warna
|
|
Makna
simbolik pada unsur, objek atau tema.
|
Menunjukan
kasih sayang dengan seama
|
|
Unsur-unsur
rupa yang menonjol
|
Unsur
tekstur
|
|
Objek yang
tampak
|
Menggambarkan
keindahan
|
|
Bagian
objek yang paling menarik
|
Keselarasan
gambar
|
|
Makna
simbolik pada unsur, objek atau tema.
|
Menunjukan
keindahan ciptaan Tuhan
|
|
Unsur-unsur
rupa yang menonjol
|
Unsur
gelap terang
|
|
Objek yang
tampak
|
Pemilihan
warna yang tepat
|
|
Bagian
objek yang paling menarik
|
Irama
|
|
Makna
simbolik pada unsur, objek atau tema.
|
Menunjukan
semangat yang tinggi
|
Komentar
Posting Komentar