YOGA MENURUT HINDU
MATERI :1
1.
Pengertian Yoga
Yoga
merupakan penghubungan atau pengaitan dengan Tuhan yang Maha Tunggal. Gagasan
tentang yoga bertolak dari adanya satuan – satuan individu yang sadar dan
biasanya terkenal sebagai “diri rendah”, “diri sejati”, dan “jiwa” yang umumnya
berhasrat untuk dihubungkan dengan Tuhan yang Maha Esa dan tak terhingga.
Perpisahan diri sejati bersifat sementara dan disebabkan oleh ketidak tahuan
atau Avidya.
Di
jaman global sekarang ini sangatlah diperlukan segala sesuatu yang bersifat
pemulihan kesadaran diri. Sebab dengan segala bentuk kecanggihan yang ada,
terkadang mengantar seseorang ke dalam jalan yang menyimpang dari jalan dharma.
Seperti yang dijelaskan dalam kitab Purana, bahwa jaman ini dibagi atau
digolongkan ke dalam empat kategori jaman, yaitu jaman Satyayuga, Tretayuga,
Dvaparayuga, dan Kaliyuga. Dijaman kaliyuga inilah kehidupan dikatakan paling
hancur dari jaman–jaman sebelumnya. Maka dari itu, pada jaman seperti ini
diperlukan sebuah kesadaran guna lebih mendekatkan diri kepada Hyang Maha
Tunggal. Salah satu upaya dilakukan agar
seseorang memiliki kesadaran diri adalah dengan menempuh jalan yoga. Dengan
beryoga orang akan senantiasa berada pada kesadaran diri, mengetahui siapa
sebenarnya diri itu, serta apa sebenarnya tujuan manusia dan makhluk lainnya
itu diciptakan. Dari yoga orang – orang akan mengerti arti dari setiap kasih,
bagaimana menyayangi, dan bagaimana menggunakan cinta kasih tersebut. Karena
Tuhan berada pada setiap kasih.
Secara
umum, yoga dikatakan sebagai disiplin ilmu yang digunakan oleh manusia untuk
membantu dirinya untuk mendekatkan diri
kepada Hyang Tunggal. Kata Yoga berasal dari bahasa sansekerta yaitu “yuj” yang
memiliki arti menghubungkan atau menyatukan, juga dalam kamus besar bahasa Indonesia diartikan sebagai
meditasi atau mengheningkan cipta/pikiran, sehingga dapat dimaknai bahwa yoga
itu adalah penghubungan atau penyatuan spirit individu (jivatman) dengan spirit
universal (paramatman) melalui keheningan pikiran.
Ada
beberapa pengertian tentang yoga yang dimuat dalam buku Yogasutra, antara lain
sebagai berikut:
1. Yoga
adalah ilmu yang mengajarkan tentang pengendalian badan dan pikiran untuk
mencapai tujuan terakhir yang disebut dengan samadhi.
2. Yoga adalah
pengendalian gelombang – gelombang pikiran dalam alam pikiran untuk dapat berhubungan dengan Tuhan.
3. Yoda
diartikan sebagai proses penyatuan diri dengan Tuhan dengan terus menerus
(yogas citta vrtti nirodhah).
Jadi
secara umum, yoga dapat didefinisikan sebagai sebuah teknik yang memungkinkan
seseorang untuk menyadari penyatuan antara paramatman dengan roh manusia
individu (atman/ jiwatman) melalui keheningan sebuah pikiran.
2. Sejarah
Yoga
Ajaran
yoga bukanlah sebuah ajaran yang menyangkut khusus tentang ajaran agama atau
kepercayaan tertentu. Yoga adalah teknik pendekatan diri dengan Tuhan yang
umumnya jauh lebih tua dari agama apapun di dunia ini, termasuk agama hindu
yang merupakan agama tertua sepanjang sejarah manusia. Hindu adalah agama yang
berdasarkan atas ajaran Veda. Kitab Veda ini digubah sekitar 5000 tahun sebelum
masehi, yaitu pada saat masuknya bangsa Arya ke India. Namun yoga sudah dikenal
oleh masyarakat india jauh sebelum Veda itu digubah atau yoga itu sudah dikenal
jauh sebelum masuknya bangsa Arya ke india. Sebelum jaman Veda, para yogi sudah
terdapat di india. Timbulnya ajaran yoga bermula dari kesadaran manusia akan
pentingnya mendekatkan diri dengan sang pencipta. Sadar akan adanya kekurangan
dan kelemahan, dan juga sadar bahwa atman yang ada dalam diri manusia itu
adalah sama dengan Sang Pencipta, hanya saja segala bentuk kekotoran yang
melekat pada atman itu harus dibersihkan agar dapat menyatu dengan sempurna
pada asalnya, yaitu dengan jalan yoga. Yoga adalah milik dunia luas, milik
semua insan manusia yang memiliki kesadaran untuk mendekatkan diri dengan sang
pencipta. Ibarat matahari siapun juga bisa dan berhak untuk berjemur
dibawahnya.
3. Jenis
– Jenis Yoga
Teknik
mendekatkan diri dengan Tuhan ada banyak sekali bentuknya. Tergantung dari
karakter seseorang, tingkat kedalaman rohani, dan juga bakat yang dimiliki oleh
orang tersebut. Untuk itu Veda menyediakan berbagai jenis yoga, diantaranya :
1.
Bhakti Yoga
Bhakti
yoga ini memberikan penghayatan/ penjiwaan curahan cinta kasih akan keTuhanan.
Bhakti tidak diukur dari seberapa banyak persembahan, tapi diukur dari seberapa
dalam dan seberapa murni tingkat cinta kasih seseorang. Bhakti tidak tumbuh
dari luar diri seseorang, melainkan harus tumbuh dengan sendirinya dari dalam
diri. Kepercayaan adalah kemenangan akhir dari kebenaran dan cinta kasih. Tanda
– tanda dari bhakti ini, ditandai dengan adanya kepercayaan, kerendahan hati,
serta keprihatinan terhadap makhluk lain.
2.
Karma Yoga
Karma yoga adalah kebebasan dari suka – dukha pahala
perbuatan. Karma yoga ini adalah jalan dimana semua pekerjaan yang dilakukan
merupakan sebuah persembahan kepada Hyang pencipta dan merupakan kewajiban yang
dibebankan oleh Tuhan kepada kita, sehingga semua hasil yang diperoleh
merupakan karunia Tuhan. Pekerjaan dilakukan dengan tulus dan tanpa pamrih.
3.
Jnana Yoga
Yang
menjadi inti ajaran jnana yoga adalah memberikan basis pengertian jnana
(pengetahuan) bagi akal atau kecerdasan (buddhi/ citta) untuk dapat mengerti
dan melihat keberadaan purusha, atman yang menjiwai dari yang bersifat materiil
di alam fenomenal. Hingga akhirnya dengan pengetahuan suci, atman dapat membebaskan
dirinya dari suka dan dukha akibat dari perbuatan, yang sebenarnya tidak lain disebabkan oleh tri guna
yang ada pada prakerthi sebagai manifestasi karakteristik maya/ acetana.
4.
Mantra Yoga
Mantra
yoga dipraktekkan dengan memurnikan kesadaran melalui pengucapan berulang –
ulang suatu mantra khusus. Mantra yang efektif hanya bisa diperoleh dari
petunjuk seorang guru sejati yang berwenang. Guru akan memilihkan mantra yang
tepat sesuai dengan karma wasana sang murid, dan atas karunia guru mantra itu
akan menjadi siddhi sakti karena dihidupkan oleh sakti sang guru sendiri.
5.
Yantra Yoga
Yantra yoga adalah salah satu yoga yang banyak
dipraktekkan di India bagian utara dan Tibet. Mandala yang merupakan gambar
geometris khusus menjadi obyek sasaran dari meditasi. Mandala diciptakan dari
kekuatan untuk memurnikan pikiran.
6.
Hatha Yoga
Hatha yoga ini adalah salah satu jenis yoga yang
menekankan pada sistem asanas. Sebab kesehatan fisik menjadi salah satu bagian
yang sangat penting dalam melakukan sebuah yoga. Kesehatan yang besar adalah
modal yang sangat besar dalam menjalankan meditasi.
7.
Raja
Yoga
Raja
yoga adalah praktek yang secara langsung menuju kepada penguasaan pikiran dan
kesadaran diri. Karena secara langsung menuntun seseorang untuk mengontrol
pikirannya, maka Raja yoga ini juga disebut sebagai Royal yoga. yang termasuk kedalam Raja Yoga
adalah:
1. Penahanan diri (Yama)
2. Aturan/ Tatatertib (Nyama)
3. Konsentrasi (Dharana)
4. Medhitasi (Dhyana)
5. Samadhi
8.
Astangga Yoga
Yoga memiliki delapan komponen yang
dikenal dengan istilah astangga yoga. Delapan komponen itu adalah: yama,
niyama, asana, pranayama, pratyahara, dharana, dhyana, dan samadhi. Di dalam
yogasutra adhyaya II sloka 29, menyebutkan:
“Yama
niyamasana asanas pranayama pratyahara dharana dhyana samadhys stavanggani” Yang artinya: yama, niyama, asana,
pranayama, pratyahara, dharana, dhyana, dan samadhi, inilah semua delapan
bagian ajaran yoga.
Komentar
Posting Komentar