Materi 3 SENI BUDAYA KELAS XII
BAB III TEKNIK MUSIK KREASI
Pengertian Seni Musik Kreasi
Seni Musik Kreasi adalah seni dari hasil pengolahan suara, ritme, harmoni, vokal, melodi, dan tempo yang dikemas menjadi satu menjadi sebuah musik yang nantinya dapat kita nikmati.
Pasti saat membaca musik kreasi terbesit pada pikiran kalian kata KREASI. Kalau kalian beranggapan kata kreasi di sini adalah hasil dari kretivitas musikus, maka kalian benar.
Musik jenis ini tumbuh dan berkembang menjadi beragam jenis loh teman-teman. Contohnya saja seperti musik klasik, tradisional, kontemporer, hingga modern. Nanggung banget kalau nggak dijelasin apa saja penjelasan dan contoh jenis-jenis musik tersebut.
© Pengertian Seni Musik Kreasi Beserta Jenis, Fungsi, dan Konsep
Source: https://www.musik-11.com/2020/01/pengertian-seni-musik-kreasi.html
Jenis Seni Musik Kreasi
1. Musik Tradisional
Yang pertama yang akan kita bahas adalah musik tradisional.
Sesuai namanya, musik tradisional itu musik yang berkembang di kalangan masyarakat. Musik ini sangat dipengaruhi oleh adat, budaya, hingga tradisi suatu daerah tertentu.
Secara umum, musik tradisional menggunakan bahasa daerah dan alat musik tradisional khas daerah tersebut. Misalnya saja alat musik Kolintang yang berasal dari Minahasa, Sulawesi Utara.
Musik tradisional ini merupakan warisan budaya leluhur yang wajib kita jaga dan lestarikan. Bagaimana cara menjaga warisan budaya leluhur? Yakni dengan cara mempelajarinya.
2. Musik Modern
Musik modern ini termasuk jenis musik kreasi baru. Musik ini lahir dari perkembangan jenis musik sebelumnya seperti tradisional dan klasik. Kreasi musik jenis ini biasanya bersifat dinamis mengikuti perkembangan masyarakat.
Musik EDM, indie, hingga rock merupakan contoh musik modern.
A. Konsep Seni Musik
Bermacam-macam karya seni musik lahir dan berkembang di negeri tercinta ini, mulai dari musik vokal dalam bentuk lagu yang berupa nyanyian, sampai pada musik instrumen yang ditimbulkan dari suara alat yang berupa instrumentalia. Mendengarkan musik adalah kegiatan yang bersifat auditif, artinya menangkap bunyi, suara, dan nada melalui indera pendengaran. Selain itu ada pula kegiatan mendengarkan musik secara imajinatif. Hal ini tejadi karena dilakukan tanpa adanya suara atau bunyi yang didengar secara sesungguhnya, tetapi bunyi musiknya diserap lewat kegiatan membaca nada-nada atau notasi musik, artinya membaca musik secara visual karena dibantu dengan partitur. Secara garis besar, jenis karya seni musik dapat dibedakan menjadi dua kelompok, baik yang tumbuh dan berkembang di tingkat internasional, nasional maupun lokal/daerah. Kamu dapat mengamati bagan seni musik berikut ini mengenai pengelompokan seni musik baik tradisional, klasik, modern, kontemporer yakni:
Seni musik : Musik vokal, Internasional lokal ( Tradisional, Klasik, Kreasi Baru,/ Modern, dan Komtemporer ), dan musik Instrumen.
Setelah memerhatikan dan mengkaji pemetaan bentuk penyajian karya musik di atas, dapat dipresentasikan melalui keragaman karya cipta yang lahir dan tumbuh di dunia. Presentasi ini dapat dimulai dari daerah-daerah wilayah Nusantara, nasional bahkan internasional. Mulai dari jenis musik tradisional, klasik, modern hingga kontemporer. Melalui tayangan skema tersebut, kamu diharapkan mampu menjawab pertanyaan berikut:
Pertanyaan
1 Apakah yang dimaksud dengan seni musik?
2 Apakah yang dimaksud dengan musik vokal?
3 Apakah yang dimaksud dengan musik instrumen?
4 Apakah yang menjadi media ragam seni musik?
5 Apa bedanya musik tradisional dengan musik modern?
6 Apakah yang membedakan musik daerah dengan musik nusantara?
7 Apa perbedaan seni musik tradisional dengan musik modern?
Jawaban :
..........................................................................................................................................................
..........................................................................................................................................................
..........................................................................................................................................................
..........................................................................................................................................................
..........................................................................................................................................................
..........................................................................................................................................................
..........................................................................................................................................................
Secara konseptual seni musik selalu identik dengan seni suara, karena substansi dasar dari musik itu sendiri adalah bunyi atau suara, baik yang ditimbulkan dari alat (alat musik, perkakas rumah tangga), benda alam, maupun suara binatang serta suara mulut manusia. Bunyi atau suara senantiasa memenuhi ruang kehidupan kita setiap hari. Mulai dari mendengarkan suara orang tertawa, menangis, berbicara, suara binatang, suara alam, suara kendaraan, suara benda bergesek dan jatuh, serta suara-suara lainnya yang muncul dalam kehidupan kita. Melalui bunyi dan suara kita akan mengetahui, mengenal dan mempelajari tentang apa yang terjadi di sekitar kita. Melalui suara dan bunyi kita dapat berkomunikasi; Melalui suara dan bunyi kita dapat berkreasi. Untuk dapat merasakan adanya suara dan atau bunyi, maka kita perlu melakukan dan mencoba mendengarkan segala bunyi dan atau suara yang mengisi kesenyapan disekitar kamu.Apa yang sebenarnya yang disebut bunyi? Apa pula yang dimaksud dengan suara? Kemudian apa yang menyebabkannya dan bagaimana kita mendengarkannya?
Bernyanyi tentu bukanlah hal yang asing bagi kamu, setiap hari kamu dapat mendengarkan dan melihat orang bernyanyi, baik melalui media teknologi, tayangan di televisi, radio, atau mungkin dapat melihat secara langsung orang bernyanyi dalam melakukan kegiatan pendidikan.Bahkan kamu sendiri senang dan sedang melakukan bernyanyi walaupun belum mampu menggunakan prinsip dan teknik bernyanyi yang baik dan benar. Media utama dalam bernyanyi adalah suara.
Rangkaian suara yang bernada dengan teks yang bersinonim lirik atau paduan kata-kata sering disebut lagu atau nyanyian. Lagu merupakan untaian kata dan nada yang bermelodi. Lagu sebagai hasil karya cipta manusia dapat terwujud secara beragam jenisnya, misalnya ada lagu-lagu daerah, lagulagu Indonesia dan lagu-lagu Barat yang diciptakan untuk disajikan dalam gaya yang berbeda-beda, di antaranya: lagu pop, lagu rock, lagu keroncong, bosanova, raff, dangdut, seriosa, rakyat, country, jazz, melayu, dan lain-lain. Karya Seni Musik kreasi berikut adalah sebuah lagu sebagai bahan untuk dipelajari dan dinyanyikan serta sekaligus sebagai bahan apresiasi seni. Silahkan kamu menyimak, mempelajari dan mempresentasikan contoh lagu-lagu yang sering dinyanyikan dan mungkin sering terdengar dalam kehidupan kamu di masyarakat.
Petunjuk: Langkah-langkah belajar yang harus dilakukan:
• Usahakan sebelum melakukan kegiatan bermusik, melakukan rileksasi dahulu.
• Tanamkan rasa nada sebelum bernyanyi, yakinkan dulu bahwa kamu telah hafal tinggi rendahnya nada sebelum bernyanyi.
• Tentukan dulu tinggi nada yang sesuai dengan wilayah suara.
• Membaca Notasi lagu/nada-nada.
• Tentukan tempo/kecepatan yang sesuai dengan isi lagu.
• Mempelajari lirik dan karakter lagu.
• Mempelajari unsur-unsur musik yang ada pada lagu.
• Bernyanyi.
B. Jenis Musik Kreasi
Masih ingatkah kamu dengan pengklasifikasian seni musik? Dapat dibagi menjadi berapa golongankah jenis seni musik itu? Bagaimana tanggapan kamu setelah mengetahui jenis musik yang ada di masyarakat?
Jenis seni musik apakah yang ada pada setiap kelompok masyarakat? Apakah jenis musik yang dipertunjukkan di lingkungan kamu dikenal dan dapat dipahami dengan baik? Apabila kamu tidak memahami musik yang dikreasikan oleh sekelompok orang, maka dapatkah kamu mengapresiasinya? Apakah musisinya dari latar budaya yang berbeda? Apakah musik merupakan bahasa yang universal? Apa yang kamu pahami tentang musik kreasi? Apa bedanya dengan kreasi musik? Untuk lebih memantapkan keterampilan kamu dalam bermusik
cobalah lakukan menulis dan mentransfer lagu yang sudah kamu pelajari sebelumnya ke dalam notasi angka atau pun notasi balok! Kemudian bacalah kembali sampai kamu betul-betul menguasai tinggi rendahnya nada dan sesuai dengan nilai notnya.
Kamu diharapkan dapat mendiskusikan tentang jenis musik kreasi! Konsep Jenis Makna dan Fungsi Alasan Musik kreasi Kreasi musik Pengertian musik kreasi yang telah didiskusikan diharapkan dapat digunakan untuk memahami seluruh ragam musik kreasi, baik yang dipertunjukkan melalui media vokal, media instrumen, maupun media campuran dalam seluruh kelompok masyarakat di dunia.
Sekadar mengingatkan kembali bahwa jenis musik kreasi yang tumbuh dan berkembang dalam kehidupan masyarakat terdiri dari musik tradisional, musik klasik, musik modern, dan musik kontemporer. Murgianto (1978) mengungkapkan pengertian tradisional bahwa: Tradisi berasal dari kata latin tradition, sebenarnya berarti mewariskan handing down.
Tradisi biasanya didefinisikan sebagai cara mewariskan pemikiran, kebiasaan, kepercayaan, kesenian, tarian, musik, dan yang lainnya dari generasi ke generasi, dari leluhur ke anak cucu secara lisan. Di dalam pewarisan semacam ini yang memberikan lebih aktif sedangkan penerima mewadahi secara lebih pasif, artinya tidak lazim terjadi tanya jawab “penularan” akan hal-hal yang diwariskan.
Setelah kamu pahami beragam musik yang ada di sekitarmu, maka perbanyaklah referensi kamu untuk mengenal lebih luas jenis musik kreasi yang berkembang di Mancanegara, paling tidak seni musik yang sudah diketahui oleh masyarakat umum.
Setiap daerah sudah pasti memiliki seni musik tradisional yang tumbuh dan berkembang dalam kehidupan masyarakatnya. Seni musik tradisional tercipta sebagai hasil kreasi masyarakat yang sudah diwariskan secara turun temurun.
Musik tradisional adalah musik yang dipengaruhi oleh adat, tradisi dan budaya masyarakat tertentu. Pada umumnya musik tradisi baik vokal maupun instrumen menjadi milik bersama, karena musik tradisi banyak yang tidak diketahui penciptanya, tahun tercipta. Musik tradisional dengan kesederhanaannya merupakan warisan seni budaya leluhur yang memiliki nilai luhung, diakui keberadaannya karena mampu meng-adaptasi lingkungan tempat karya musik itu hidup dan berkembang.
Musik klasik lahir dari masa sekitar akhir abad ke-18, semasa hidup komponis Haydn dan Mozart. Musik klasik yang pembuatan dan penyajiannya memakai bentuk, sifat, dan gaya dari musik yang berasal dari masa lalu. Musik klasik adalah musik kuno. (Suharto, 1992:63) musik klasik hidup dan berkembang di lingkungan kaun bangsawan, di lingkungan istana atau keraton. Karya musik klasik memiliki sifat yang mempertahankan nilai-nilai dan norma yang sangat kuat.
Musik Modern dikenal dengan sebutan musik kreasi baru. Musik ini bersumber dari musik tradisional dan musik klasik, yang dikemas dari hasil sebuah proses kreasi dari bentuk aslinya, biasanya kreasi musik ini mencerminkan sikap dinamis yang menjadi tuntunan masyarakat. Musik modern secara prinsip mampu mem-beri nuansa baru meskipun materinya lama
Musik kontemporer adalah musik baru di Indonesia yang tidak berkaitan dengan tradisi sama sekali. Kriteria dari kontemporer adalah ketidakbiasaan atau suatu bayangan “kebebasan sepenuhnya”. Kontemporer dianggap sebagai salah satu gaya tertentu, yang diartikan sebagai suatu sikap menggarap di ujung perkembangan seni yang digeluti. (Dieter Mack, 2001:35)
Jenis musik yang bagaimana yang ada di lingkungan sekitar Kamu?
Silahkan Kamu bercerita melalui tataran tema yang dipaparkan berikut:
1. Bagaimana kondisi dan perkembangkannya seni tersebut?
2. Kapan dan dalam acara apa biasanya seni musik itu dipertunjukkan?
3. Bagaimana cara melestarikannya? Siapa saja tokoh yang berpengaruh didalamnya? dan siapa pula pengelolanya?
4. Adakah generasi penerus yang terjun didalamnya?
5. Dimana lokasi keberadaannya?
6. Apa fungsi seni tersebut dalam kehidupan masyarakat?
Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan di atas, sebagai bahan informasi dan sekedar untuk mengingatkan kembali wawasan pengetahuan seni musik, dan pengalaman bermusik, kamu dapat menyimak sekilas dan memahaminya jenis musik kreasi, kemudian cobalah kamu untuk mengapresiasinya dengan baik. Sumber lagu daerah dikutip dari buku pendidikan seni Syafi’i, dkk
Musik sebagai perilaku manusia. Musik adalah perilaku sosial yang kompleks dan universal. Setiap masyarakat memiliki apa yang disebut dengan musik (Blacking,1995:224) dan setiap anggota masyarakatnya adalah musikal.
C. Fungsi Musik
Amatilah dengan cermat bagan fungsi musik di bawah ini! Kamu dapat memulainya dari aspek mana saja, dan perlu diingat setiap aspek memiliki keterkaitan yang sangat erat, masing-masing aspek saling mendukung.
Apabila kita adaptasikan pernyataan tersebut, tergambar jelas bahwa secara umum karya seni musik tradisional yang tumbuh dan berkembang di daerah Indonesia memiliki keragaman fungsi antara lain untuk:
1. Sarana Upacara
Musik dapat dijadikan media untuk mendukung kegiatan upacara seperti berikut.
a. Upacara Panen Padi (Upacara Seren Taun) di Jawa Barat, menggunakan musik angklung.
b. Upacara Merapu di Sumba, menggunakan bunyi-bunyian untuk memanggil dan menggiring kepergian roh ke pantai merapu (alam kubur).
c. Upacara dalam Talqin Mayit di daerah Blubur Limbangan Garut Jawa Barat, menggunakan nyanyian/tembang (lagu-lagu Cigawiran).
d. Upacara Sekatenan diCirebon JawaBarat, menggunakan musik gamelan sebagai pendukung, pengiring kegiatan mencuci barang-barang pusaka yang dianggap memiliki keramat oleh masyarakat pendukungnya.
e. Upacara Mapag Dewi Sri, di Sumedang Jawa Barat, menggunakan musik Tarawangsa.
2. Sarana Pertunjukan
Pada umumnya berbagai macam kegiatan pertunjukan seni yang kita kenal, tersaji dengan iringan musik berikut.
a. Musik sebagai seni pertunjukan mandiri.
b. Musik berfungsi sebagai pengiring gerak-gerak tari dan drama yang dipertunjukan.
c. Musik sebagai ilustrasi tarian.
d. Musik sebagai ilustrasi cerita, lakon.
e. Musik sebagai stimulus untuk menari.
f. Musik sebagai pengiring pertunjukan wayang.
g. Musik sebagai latar dalam pertunjukan drama, sinetron, film, ludruk, sandiwara, lenong, gending karesmen, arja, ketoprak, dan lain-lain.
3. Media Komunikasi
Musik sejak dulu telah difungsikan manusia sebagai media komunikasi, misalnya seperti berikut.
a. Di suatu daerah jika orang mendengar bunyi kentongan dititirkan itu merupakan pertalian adanya suatu kejadian untuk memberitahukan pada penduduk.
b. Bunyi bedug, bagi orang muslim sudah merupakan ciri khas sebagai pertalian tibanya waktu sholat.
4. Media Pendidikan dan Penerangan
Media pendidikan dan penerangan sering kita temukan pada berikut.
a. Lagu-lagu dalam iklan layanan masyarakat
b. Musik dan lagu yang bernafaskan agama, sebagai penerang kehidupan
c. Musik sebagai wahana pemahaman penerapan dan pensosialisasian nilai-nilai religius, nilai estetis, nilai sosial kemasyarakat
5. Media Hiburan
Media hiburan dapat ditemukan dalam musik berikut
a. Pelepas lelah
b. Sajian permainan, seperti dalam mendukung kegiatan anak-anak
c. Mencari kesenangan lahir batin
6. Komoditi dan media ekspresi
Komoditi dan media ekspresi diberlakukan pada saat berikut
a. Ajang bisnis
b. Mengekspresikan/mengungkapkan perasaan, ide dan gagasannya melalui media seni musik baik musik vokal instrument atau pun campuran
c. Berkreasi, berolah musik
Kita tidak menyadari bahwa jenis alat musik yang terlahir di muka bumi ini, ada yang tetap utuh sesuai dengan aslinya dan ada pula yang telah diubah untuk disesuaikan dengan kebutuhan, semakin berkembang ilmu dan teknologi semakin banyak pula karya seni dalam wujud alat musik untuk dimanfaatkan dalam bermusik, mulai dari bentuk, cara penyajian berikut fungsinya dari masing-masing alat musik itu sendiri pada saat pertunjukan.
Fungsi Alat Musik
Fungsi dari alat musik itu kita dapat menggolongkannya sebagai berikut:
1. Fungsi Melodi
Fungsi ini berarti bahwa alat musik yang disajikan dalam pertunjukan musik hanya memainkan melodi sebagai susunan dari notasi/nada yang nanti dimainkan oleh musik vokal dalam bentuk lagunya. Kita dapat mengambil contoh untuk jenis alat musik recorder, pianika, dan gitar, serta saron dalam gamelan, bonang pada gamelan degung, angklung melodi, suling, yang peranannya dalam pertunjukan musik memainkan bagian melodi.
2. Fungsi Harmoni
Dalam pertunjukan musik terdapat alat musik yang dimainkan untuk mengharmoniskan atau menyelaraskan antara melodi dan ritme. Fungsi harmoni dimainkan oleh alat bantu musik lain, atau bisa disebutkan sebagai alat musik penyelaras dari alat musik yang lain. Contoh alat musik yang berfungsi sebagai penyelaras, yaitu keyboard atau piano, dan gitar, serta alat musik daerah misalnya kacapi, saron, suling yang difungsikan selain sebagai melodi juga sebagai harmoni.
3. Fungsi Ritme/Ritmis Jenis alat musik ini akan kita dapatkan dalam bentuk alat musik yang tidak bernada. Misalnya waditra kendang, drum, tamburin, dog-dog, terbang, bongo, tifa, timpani, bedug, genjring, dan tam-tam. Selain memberikan irama (ritme/ritmis), alat musik tersebut terkadang juga dapat memberikan warna terhadap suasana pertunjukan. Melalui bunyi ritmis yang ditimbulkan dalam sajian komposisi musik, biasanya suasana atau karakter pertunjukan akan lebih terasa lain.
Dengan permainan irama yang cepat, sedang, dan lambat akan memberikan dinamika yang berubah. Keseluruhan alat musik yang tumbuh dan berkembang berfungsi sebagai media bunyi yang dapat didengar. Secara fisik indera pendengaran merupakan perkembangan yang pertama dari kelima indera dan dapat distimuli melalui musik, yang sekaligus akan meningkatkan perkembangan fungsi otak. Menurut Hodges (2000) dalam Djohan (2005: 26) mengatakan bahwa kita akan semakin tahu berkat adanya lingkungan (musikal) yang secara fisik hal itu akan berfungsi untuk menghasilkan perubahan pada otak dalam mengikat dan membentuk pribadi.
Keanekaragaman jenis karya musik dan bentuk alat musik yang tumbuh dalam kehidupan kita, memiliki kedudukan dan fungsi yang berbeda, ada yang digunakan sebagai media ekspresi untuk mewujudkan karya musik yang disebut komposisi, media untuk kegiatan pendidikan baik di sekolah maupun pendidikan luar sekolah, dijadikan sebagai media komunikasi antar suku bangsa dan antar negara.
Partitur lagu Tembang Sunda
Sebagai penjelasan dari gambar tersebut adalah salah satu contoh musik seni yang sedang menyajikan musik kecapi suling yang lahir di daerah Jawa Barat. Lagu tersebut diciptakan oleh seorang komponis kreatif dengan menciptakan lagu-lagu tradisional yang berkembang dari daerah Sunda. Pada awalnya lagu tembang tersebut berfungsi untuk media sawer dalam kegiatan upacara adat pernikahan masyarakat Sunda.
Pada akhirnya seni Cianjuran berkembang menjadi musik fungsional, artinya musik yang berkaitan dengan masalah-masalah yang berada di luarnya, sebab musik fungsional tidak hanya berkaitan dengan sifatnya saja melainkan masalah corak dan karakteristik dari musik atau lagu itu sendiri sangat menentukan.
Berikut adalah salah satu contoh musik fungsional yang lahir di wilayah Nusantara, yaitu Tembang Sunda Cianjuran dan Tembang Sunda Cigawiran. Tembang Sunda merupakan salah satu jenis seni musik vokal yang diciptakan oleh seorang komponis kreatif. Tembang Sunda tercipta sebagai musik tradisional yang tumbuh berkembang dari daerah Sunda.
Pada awalnya musik fungsional tersebut digunakan untuk media upacara, dan disajikan hanya di lingkungan sendiri. Tembang Sunda Cianjuran tumbuh di lingkungan kaum bangsawan dan Tembang Sunda Cigawiran tumbuh di lingkungan masyarakat pesantren yang kemudian kedua jenis Tembang Sunda tersebut berkembang menjadi musik pertunjukan selain sebagai musik vokal yang disajikan untuk hiburan.
Musik seni ini dapat dikatakan “tidak mudah menurut ukuran teknis, tidak murah menurut ukuran apresiasi, dan tidak rendah menurut ukuran estetika.” Artinya jika kita berpola pada ukuran-ukuran tersebut maka untuk menciptakan karya musik seni diperlukan musisi yang terampil, peka, dan berbakat tinggi, serta untuk menikmatinya diperlukan daya apresiasi yang mapan, setidak-tidaknya sejajar dan memiliki wawasan yang cukup luas dan lebih mendalam baik dengan pencipta ataupun penyajinya. Oleh karena itu, tidak heran sekamuinya dalam penyebarannya, musik seni dirasakan sangat lamban jika dibandingkan dengan penyebaran musik pop, musik dangdut atau pun musik lainnya.
Untuk melihat musik fungsional dalam kehidupan sehari-hari, kita dapat menjumpai istilah-istilah seperti adanya karya seni vokal dalam bentuk lagu perjuangan, lagu upacara, lagu kependidikan, lagu keagamaan, dan lagu-lagu lain yang bertema dan tercipta sesuai konteks kebutuhannya. Istilah lagu sudah jelas menunjukan sebuah karya musik, tetapi kata yang berada di belakangnya masing-masing seperti perjuangan, pendidikan, keagamaan, itu menunjukkan bidang-bidang atau konteks lain yang berada di luar musik itu sendiri, dan sekaligus menunjukkan fungsi musik di bidang masing-masing.
1. Laguperjuanganberartikarya senimusikdalambentuklaguyangberfungsi untuk mengobarkan semangat berjuang atau lagu yang menggambarkan kepahlawanan, artinya pada lagu ini bukanlah musik yang menjadi tujuan utama, melainkan berkobarnya semangat perjuangan itu sendiri, dan musik berfungsi sebagai pendukung utama;
2. Lagu pendidikan berarti lagu yang merupakan dan diciptakan sebagai sarana atau media pendidikan baik untuk kebutuhan pendidikan dalam pembelajaran di sekolah maupun di luar sekolah;
3. Lagu keagamaanberarti bahwa lagu itumerupakanmediabagi kepentingan hidup beragama, lagu atau musik tersebut diciptakan bisa untuk Da’wah atau untuk memenuhi kebutuhan sebagai alat pemujaan, bahkan lagu itu pun bisa berupa pupujian atau nadoman bagi umat Islam;
4. Lagu hiburan berarti lagu yang diciptakan untuk memenuhi kebutuhan dalam mencari kesenangan yaitu menghibur atau sebagai pelepas lelah setelah melakukan aktivitas;
5. Lagu atau musik upacara berarti buah karya seni musik yang dipergunakan untuk memenuhi kebutuhan ritual atau musik yang diciptakan sebagai media upacara, yang menjadi tujuan pokok yang terpenting adalah kehidmatan dan kekhususan dalam melakukan kegiatan upacara.
Komentar
Posting Komentar