Materi minggu kei-4 Seni Budaya Kelas XII

 BAB IV ANALISIS SENI MUSIK


A. Makna Proses Kreasi Musik

   Ada umumnya proses kreasi identik diberlakukan di dalam aktivitas bidang seni. Kreasi merupakan kegiatan yang bermuara pada lahirnya karya seni, dimana proses kreasi bertujuan menghadirkan sesuatu dari tidak ada menjadi ada. Salah satunya sebuah karya seni dapat berwujud musik. Karya seni musik adalah objek kasat indera dengar yang bersifat auditory. Sebuah karya seni musik sebagai objek pengamatan berlaku buat siapapun. Sebuah karya musik pada dasarnya memiliki maksud dan tujuan yang ingin disampaikan kepada penikmat musik. Karya musik hadir karena adanya kreativitas dari hasil penciptaan seseorang serta dapat berasal dari pengungkapan gagasan dari proses kreatif yang terinspirasi dan tercipta dari fenomena-fenomena kehidupan manusia dan alam.

Proses kreatif meliputi tahapan:
1. Persiapan
2. Inkubasi
3. Iluminasi dan
4. veriikasi

    Munandar (2002:9) menyatakan bahwa kreativitas sebagai dimensi fungsi kognitif yang relatif bersatu yang dapat dibedakan dari intelegensi tetapi berpikir divergen atau kreatif. Kreativitas juga dapat menunjukkan hubungan yang bermakna dengan berpikir konvergen (intelegensi). Sifat kreatif merupakan ciri dari kreativitas. Kreasi-kreasi seni adalah produk dari buah karya seni seseorang. Produktivitas kreatif dipengaruhi oleh pengubah majemuk yang meliputi faktor sikap, motivasi, dan temperamen di samping kemampuan kognitif. Produk kreativitas menekankan bahwa apa yang dihasilkan dari proses kreativitas adalah sesuatu yang baru, orisinal, dan bermakna. Selain itu, kreativitas merupakan manifestasi dari individu yang berfungsi sepenuhnya. 

Tahukah kamu apakah yang mendorong seseorang dapat kreatif dan melakukan kreativitas?

    Tidak seorang pun dapat mengingkari bahwa kemampuan-kemampuan dan ciri-ciri kepribadian seseorang yang kreatif dipengaruhi oleh faktor pendidikan dan lingkungan, seperti keluarga, sekolah, dan alam sekitarnya. Lingkungan dan pendidikan dapat berfungsi sebagai pendorong, stimulus, dalam pengembangan kreativitas. Kreativitas merupakan karakteristik pribadi berupa kemampuan untuk menemukan atau melakukan sesuatu yang baru dan bermakna.

    Tanda kreativitas adalah sebagai kemampuan umum untuk mmencipta sesuatu yang baru, sebagai kemampuan untuk memberi gagasan-gagasan baru yang dapat diterapkan dalam pemecahan masalah, sebagai kemampuan untuk melihat hubungan-hubungan baru antara unsur-unsur yang sudah ada
sebelumnya.
    Kreativitas dalam pengembangannya sangat terkait dengan aspek empat P, yaitu: pribadi, pendorong, proses, dan produk. Kreativitas akan muncul dari hasil adanya interaksi pribadi yang unik dengan lingkungannya. Kreativitas adalah sebuah proses merasakan, mengamati, dan membuat dugaan tentang
adanya kekurangan masalah, menilai dan menguji dugaan atau hipotesis, kemudian mengubah dan  mengujinya lagi, dan akhirnya menyampaikan hasilnya. (Munandar. 2002:39)

Membiasakan berpikir kreatif dapat menumbuhkan sikap dan menanamkan rasa percaya diri
 
Analisis Makna Musik Kreasi

    Musik merupakan bagian dari dunia bunyi. Artinya musik adalah pengungkapan ide melalui seni yang didasarkan pada pengorganisasian bunyi atau suara menurut waktu. Unsur dasar musik berupa irama,  melodi, dan harmoni. Adapun unsur lainnya berupa gagasan, sifat, dan timbre. yang juga didukung oleh unsur ekspresi serta disusun secara indah. Keindahan akan lebih terasa oleh adanya jalinan nilai-nilai estetis yang selaras dan artistik. Untuk melihat keindahan dalam seni musik, maka diperlukan suatu aktivitas kreativitas, salah satunya adalah dengan melakukan analisis. 
    Analisis musik tidak berarti menjelaskan komposisi karya seseorang. Akan tetapi, analisis musik lebih cenderung ke prinsip-prinsip yang universal atau setidaknya mencari rumusan-rumusan konsep menyeluruh untuk menjelaskan makna, gramatika, dan mekanisme karya musik serta menemukan nilai estetis musik. 
    Kita tahu bahwa fenomenologis adanya produk karya musik, baik musik tradisi, klasik, modern maupun kontemporer di dalamnya tidak dapat terlepas dari sebuah kreasi penataan unsur-unsur musik beserta elemen-elemennya. Musik tercipta dan dibangun oleh keterpaduan substansi unsur-unsur irama, melodi, harmoni, bentuk/struktur yang dikemas oleh kualitas musik, yaitu unsur ekspresi yang meliputi tempo, dinamika, timbre, dan kekuatan volume atau intensitas suara. 
    Karl Seashore seorang ahli psikologi musik berpendapat bahwa musik memiliki makna sebagai pesona jiwa yang merupakan alat yang dapat membuat seseorang gembira, sedih, semangat, galau, sesal, penuh harapan, riang, tenang, dan damai. Bahkan musik dapat membawa kita seolah-olah mengangkat pikiran serta ingatan kita melambung tinggi sehingga emosi kita melampaui diri kita sendiri, seolah-olah gelombang-gelombang di laut lepas. 
    Musik adalah sebagai pengungkapan gagasan melalui bunyi atau suara,yang unsur dasarnya berupa irama, melodi, dan harmoni dengan pendukung lainnya berupa bentuk gagasan, sifat, dan warna bunyi (timbre). Namun dalam penyajiannya sering berpadu dengan unsur-unsur lainnya seperti bahasa, gerak atau warna. (Soeharto,1992:86)

Pernahkah anda mendengar musik yang membuat kamu terpukau dan merinding bulu roma anda karena tersentuh perasaan kamu?
Deskripsikanlah perasaan kamu setelah mendengar musik tersebut, kemudian lakukanlah analisis kejadian yang dirasakan Anda!
……………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………...
……………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………...


Cara-cara yang dapat ditempuh untuk mendekati musik dalam (Dieter Mack, 2001:100-103)

1. Adanya budaya musik yang hampir tentang aspek-aspek dalam dan luar musiknya sendiri, walaupun setiap jenis musik memiliki unsur internal yaitu gramatikanya dan teksnya, dan unsur eksternal yaitu konteksnya
2. Kecenderungan yang sama bias di temu­ kan adanya perubahan fundamental, ketika memulai enjelaskan musik berdasarkan logika rasional, dan melalui yang dikatakan aturan-aturan alamiah dalam bidang ilmu “musikologi”
3. Teori musik terkait dengan studi komposisi yang dipandang sebagai disiplin ilmu dengan nilai akademis yang sejajar dengan musikologi atau etnomusikologi. Studi ini sebagai disiplin akademis dengan tuntutan keilmiahan;
4. Kecenderungan diwarnai dengan ke­salahfahaman tentang keuniversalan struktur-struktur dalam musik, sebagai pola dasar ideologi.

    Sebagai langkah selanjutnya untuk melakukan analisis musik, perlu adanya pengenalan secara dalam terhadap tanda-tanda musik, aspek, dan unsur musikal. Hal tersebut dikarenakan dalam karya musik terdapat berbagai simbol dan tanda-tanda untuk dapat diketahui.
    Untuk itu, pelajarilah kembali unsur-unsur musik yang telah diberikan pada semester sebelumnya dalam mata pembelajaran seni budaya, sebagai acuan dasar kamu untuk dapat menganalisis dan mengembangkan karya musik lainnya. Selanjutnya cari dan lengkapi referensi kamu dalam mengenal unsurunsur musik tersebut, dengan cara menggali dari berbagai sumber bacaan.  

Untuk itu, agar kompetensi kamu maksimal maka wawasan dan pengetahuan yang kamu miliki terkait dengan aspek musikal, perlu adanya aplikasi teori terhadap kegiatan praktik. Cobalah praktikkan hasil pemahaman kamu bersama teman-teman kelasmu untuk melakukan kegiatan kreatif dan berolah musik.

B. Simbol Musik

    Sudah banyak orang yang membicarakan tentang seni musik baik dalam tingkat internasional, nasional, regional atau pun daerah. Istilah musik pada daerah Sunda, Jawa, dan Bali, misalnya, lebih dikenal dengan sebutan “Karawitan” atau musik daerah atau musik tradisional bahkan ada yang menyebut dengan istilah musik etnis. Apapun itu sebutannya, musik atau karawitan merupakan sebahagian kecil dari seni. Musik atau karawitan pada hakekatnya adalah bagian penting dari eksistensi manusia yang berpusat pada peran dan fungsinya sebagai alat simbolik dalam kehidupan masyarakat.


    Seni musik merupakan simbolisasi pencitraan dari unsur-unsur musik dengan substansi dasarnya suara dan nada atau notasi. Notasi sebagai salah satu elemen musik merupakan simbol musik utama yang berupa nadanada. Melalui notasi kita dapat menunjukkan secara tepat tinggi rendahnya nada. Nada ditulis dengan simbol. Simbol musik itu dinamakan not. Pada simbol musik daerah Sunda notasi identik dengan sebutan Titilaras. Titilaras merupakan unsur yang pertama kali mewarnai seni karawitan. Soepandi (1975)
menyebutkan titi adalah nada atau not, laras adalah merupakan susunan nadanada yang sudah ditentukan jumlah dan swarantaranya dalam satu gembyang. Gembyang identik dengan istilah oktaf dalam musik barat. Selain laras dalam karawitan Sunda yang menjadi ciri dan karakter dari wujud musik dikenal adanya sebutan surupan. Surupan adalah tinggi rendahnya nada atau suara yang disusun berurutan, baik pada oktaf kecil maupun oktaf besar dengan jumlah nada dan interval tertentu. Pendapat senada diungkapkan Raden Machjar Angga Kusumadinata (1925) dalam tulisannya Elmuning Karawitan Sunda, dinyatakan bahwa surupan dalam istilah musik sering disebut tangga nada.

    Pengenalan terhadap nada-nada yang merupakan elemen dari unsur dasar melodi pada seni musik adalah proses pembelajaran yang perlu dilakukan. Unsur-unsur musik itu terdiri dari beberapa kelompok yang secara bersamaan membentuk sebuah lagu atau komposisi musik. Meskipun dalam pembelajaran
musik pembahasan unsur-unsurnya kita anggap seolah-olah terpisah. Setiap kali pembahasan kita memusatkan perhatian kepada satu unsur musik saja. Akan tetapi, semua unsur itu berkaitan erat, maka dalam pembahasan sebuah unsur musik mungkin pula akan menyinggung unsur yang lain. Masih ingatkah kamu terhadap tokoh-tokoh musik daerah yang menciptakan notasi atau nada?

Raden Machjar Angga Kusumadinata adalah seorang tokoh karawitan Sunda yang menciptakan notasi daminatila pada tahun 1924 dan notasi tersebut lebih disebarluaskan pada kegiatan pembelajaran seni karawitan di daerah Jawa Barat berawal sekitar tahun 1925. Sampai sekarang notasi daminatila masih dipergunakan oleh kreator-kreator Sunda dalam mengarsipkan karya musiknya khususnya untuk seni karawitan baik sekar (vokal) maupun gending (instrumen).

    Banyak istilah dan simbol musik yang digunakan untuk sebutan nada.
Misalnya:
1. nada tonal yaitu nada-nada diatonis untuk musik barat;
2. nada modal adalah nada-nada pentatonis untuk musik daerah.
Simbol musik yang berupa nada-nada ada yang ditulis dengan angka, huruf,
dan juga not balok.
    Diyakini bahwa kamu sudah mengenal dan mempelajari beragam jenis nada baik dalam bentuk angka, huruf atau pun not balok yang digunakan sebagai simbol musik. Penggunaan simbol musik yang tepat dapat dilaksanakan dalam kegiatan pembelajaran di sekolah secara intrakurikuler dan ekstrakurikuler,
maupun di dalam kegiatan pendidikan di luar sekolah.

    Pada umumnya nada diatonis yang memiliki arti dua jarak nada, yakni
jarak 1 (200 Cent Hz) dan jarak ½ (100 Cent Hz) dilambangkan dengan
berikut.
• Nada Angka    1    2    3    4    5    6    7    I

• Nada Huruf     c     d     e     f     g     a     b     c`    d

Atau                  d    r    m    f    s    l    t    d

dibaca                do re mi fa    so    la    ti     do`
 Nada Huruf c d e f g a b c`
d

Interval nada 1 1 ½ 1 1 1 ½
200 200 100 200 200 200 100
Nada Balok (not) dan garis paranada

Untuk menulis not atau notasi balok diperlukan garis-garis paranada,karena notasi balok biasanya tersimpan pada paranada atau balok not yang terdiri dari lima garis sejajar. Nada balok (not) yang tersimpan pada garis not balok disebut dengan not garis/not balok. Adapun not yang tersimpan antara  garis dan garis disebut dengan not ruang atau not spasi. Paranada yaitu seperangkat tanda terdiri atas lima garis mendatar. Nada-nada diletakan pada garis paranada atau diantara dua garis, yaitu disebut spasi. Dalam menghitung paranada atau garis not balok selalu dimulai dari bawah.

Dalam praktiknya aturan penulisan notasi dalam garis para nada adalah:
1. Not-not yang tersimpan di atas garis ke tiga arah tiang not di gambar ke
atas.
2. Not-not yang berada di bawah garis ketiga arah tiang not di gambar ke
bawah.
3. Not-not yang terletak pada garis ketiga arah tiang not, boleh ke atas atau ke bawah.
4. Peletakkan bendera selalu kearah kanan.
5. Notasi yang mempergunakan suara dua, gambar tiang not mengarah ke atas untuk suara pertama, sedang untuk suara kedua mengarah ke bawah. 

    Secara lebih jelas untuk penulisan not dan penyimpanannya pada garis paranada, dapat dilihat salah satu model penulisan notasi yang tersimpan pada garis paranada di bawah ini.

Jika penulisan notasi balok untuk penambahan nilai not, maka dipergunakan titik dibelakang not, sedangkan untuk notasi angka, nilai not dari pada titik akan ditentukan oleh garis nilai. Namun seandainya tidak ada garis nilai, maka nilai titik akan sama nilainya dengan not yang berada di depannya. Apabila
kita menemukan tiga buah not yang mendapat nilai satu ketuk, ini disebut triol (tri nada/ tiga nada yang disatukan).
    Selanjutnya terdapat beberapa simbol musik terkait dengan sistem nada pentatonik (berarti lima nada pokok) yang tumbuh dan berkembang di daerah,
dilambangkan berikut.
1. Karawitan Sunda: Notasi Daminatila, memiliki lima nada pokok
disimbolkan dengan:
• Angka    1    5    4    3    2    1     disebut nada relatif

Huruf        T    S    G    P    L    T disebut nadamutlak ( notasi buhun)

dibaca     da    la    ti    na    mi    da

    • Huruf T S G P L T disebut nada mutlak (notasi buhun)
 T singkatan dari Tugu adalah lambang nada 1 dibaca da

 L singkatan dari Loloran adalah lambang nada 2 dibaca mi
 P singkatan dari Panelu adalah lambang nada 3 dibaca na

 G singkatan dari Galimer adalah lambang nada 4 dibaca ti
 S singkatan dari Singgul adalah lambang nada 5 dibaca la


    Selain nada pokok, dalam karawitan terdapat pula nada sisipan atau nada hiasan. Nada tersebut dengan istilah lain disebut nada uparenggaswara (Sunda). Misalnya nada Pamiring atau nada meu (2+) Bungur atau nada ni (3-) pananggis atau nada teu (4+) dan sorog atau nada leu (5+). Nada uparenggaswara tersebut dalam istilah musik biasa dikenal dengan sebutan nada kromatik, misalnya f menjadi is (4). Dalam penyajian karawitan Sunda terdapat beberapa laras yang dapat digunakan untuk bermain musik, baik
dalam sajian lagu-lagu maupun sajian gending.
    Laras yang merupakan susunan nada pentatonis dapat dikelompokkan menjadi dua kelompok besar, yaitu laras salendro dan laras pelog. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh para akademisi, laras salendro di daerah Sunda melahirkan tiga laras, yaitu laras salendro, laras degung, dan laras madenda. Sedangkan laras pelog melahirkan tiga surupan, yaitu surupan jawar, surupan sorog, dan surupan Liwung.

 Atik Soepandi (1975) menjelaskan kata salendro berasal dari kata sala dan indra. Sala – sara – suara, dan indra adalah dewa utama di India, jadi apabila kita simpulkan salendro dapat diartikan suara
pertama dalam kata lain disebut tangga nada pertama.
 Arti kiasan dari istilah salendro itu sendiri ungkapan nadanya memiliki karakteristik gagah, berani, dan gembira.
 Tangga nada untuk laras madenda memiliki karakter sedih, susah,dan bingung, sakit hati.

 Laras Degung ungkapan nadanya bersifat tenang dan kadang bingung.

 Menurut Soepandi (1975:36) istilah Pelog memiliki arti latah/cadel,maksudnya berbicara atau dalam mengungkapkan sesuatu yang tidak jelas dengan istilah lain disebut seliring atau sumbang.
• Dalam karawitan Jawa pelog artinya nada hiasan atau nada kromatik.

2. Karawitan Jawa: Notasi yang digunakan untuk gending atau karya musik Jawa adalah nada-nada Kepatihan, yang diciptakan oleh R.M.T. Wreksodiningrat sekitar tahun 1910 di Surakarta. Notasi ini sering
digunakan untuk pembelajaran musik/seni karawitan Jawa yang memakai lambang dengan angka.

notasi Bali)
(not angka Bali)
(prakiraan/tidak persis sama
dengan solmisasi Barat)


Berikut adalah perbandingan nada dan simbol nada pentatonik dan nada diatonik yang digunakan dalam pembelajaran seni musik. 


Tugas Kreativitas

Cobalah buat contoh simbol nada atau notasi dingdong, yang disusun
berdasarkan komposisi melodi lagu yang kamu kreasikan.
………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………..................................………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………..................................

Notasi sebagai simbol musik digunakan untuk menuliskan bunyi dan diam, dengan bermacam-macam lama waktu atau panjang pendeknya bunyi dan diam itu. Cobalah kamu cari sebuah karya musik berupa lagu atau instrumen yang ditulis dengan sistem notasi, baik notasi diatonik ataupun pentatonik. Kemudian 
bacalah notasi tersebut sampai benar-benar dapat dimainkan dengan baik dan benar. Jangan lupa kamu harus memperhatikan satuan pulsa atau ketukannya serta pola ritmenya. Caranya dapat dibunyikan dengan menggerakkan ujung tapak kaki di lantai, sambil membunyikan iramanya dengan bertepuk tangan,
diikuti dengan bunyi nada melalui suara vokal.

Hampir setiap karya musik didalamnya mengandung unsur-unsur musik.Pemaknaan dari semua unsur tersebut dijelaskan sebagai berikut.
• Urutan pengelompokan unsur-unsur musik itu dapat berbeda-beda sesuai dengan pandangan orang yang menyusunnya. Pada dasarnya unsur-unsur musik itu dikelompokkan pada dua kelompok besar, yaitu unsur-unsur pokok yang terdiri atas irama, melodi, harmoni, bentuk/struktur lagu, serta unsur-unsur ekspresi yang terdiri atas tempo, dinamik, dan warna nada.
• Sistematika penjabaran unsur-unsur musik yang dibahas pada bagian ini terdiri atas lima unsur musik yang esensial, yaitu irama, melodi, harmoni, bentuk/struktur lagu, dan ekspresi. Sebagai pokok bahasan yang esensial, yang masing-masing unsur musik tersebut mempunyai subpokok bahasan (uraian) atau mempunyai elemen pokok yang dapat disusun dalam sebuah karya musik sebagai bahan bahasan kamu. Ke lima esensi unsur musik tersebut digambarkan dalam skema/bagan sebagai berikut.

Unsur-Unsur Musik

Irama

Melodi

Harmoni

Struktur

Ekspresi

a. Pola Irama
Pola irama ialah bentuk susunan tertentu panjang pendek bunyi dan diam. Setiap bentuk lagu mempunyai pola-pola irama. Irama sebuah lagu terdiri dari beberapa pola irama. Pola irama dapat sama atau berupa pengulangan atau dapat pula berbeda sedikit bahkan bisa sangat berbeda.

• Pola irama yang sama disebut pola irama rata, yaitu bentuk pola irama yang susunan panjang pendek bunyinya terbagi rata/sama atas pulsanya.
• Pola irama tidak sama panjang disebut pola irama tidak rata, yaitu bentuk pola irama yang susunan panjang pendek bunyinya tidak terbagi rata/tidak sama pulsanya.

• Pola irama yang berulang-ulang disebut ostinato irama, yaitu bentuk pola irama yang dibunyikan atau terdengar berulang-ulang. Masih ingatkah kamu dengan lagu Bungong Jeumpa? Mari kita bersama nyanyikan lagu Bungong Jeumpa yang merupakan lagu rakyat Aceh dengan cara bertepuk tangan sambil kita hitung ayunan biramanya dalam tempo andante (sedang) dan tempo allegro (cepat).

Bungong jeumpa bungong jeumpa megah di Aceh
Bungong telebeh telebeh indah lagoina
Bungong jeumpa bungong jeumpa megah di Aceh
Bungong telebeh telebeh indah lagoina

Puteh ku • Pola irama yang berulang-ulang disebut ostinato irama, yaitu bentuk pola
irama yang dibunyikan atau terdengar berulang-ulang.
Masih ingatkah kamu dengan lagu Bungong Jeumpa? Mari kita bersama
nyanyikan lagu Bungong Jeumpa yang merupakan lagu rakyat Aceh dengan
cara bertepuk tangan sambil kita hitung ayunan biramanya dalam tempo
andante (sedang) dan tempo allegro (cepat).
Bungong jeumpa bungong jeumpa megah di Aceh
Bungong telebeh telebeh indah lagoina
Bungong jeumpa bungong jeumpa megah di Aceh
Bungong telebeh telebeh indah lagoina

Puteh kuneng mejampu mirah neng mejampu mirah
Bungong si ulah indah lagoina
Lam sinar buleum lam sinar buleum angen peu ayon
Bungong mesuson mesuson nyang malamala

Penugasan dan Latihan

Setelah anda memiliki pengalaman bermusik melalui kegiatan bernyanyi, selanjutnya cobalah kamu perhatikan dengan cermat seluruh lirik lagu tersebut, apa tema yang mengusung lagu tersebut? Setelah mencermati lirik, silahkan kamu lakukan identiikasi pola-pola irama termasuk unsur musikal lainnya,
kemudian terus berulang rasakan dan bacalah pola irama yang ada dengan bertepuk tangan sambil menghitung ayunan biramanya. Untuk mengasah kreativitas kamu transferlah lagu tersebut dengan cara menulis notasinya lengkap dengan tanda dan simbol musik lainnya.
 
Supaya Anda mendapatkan kekayaan pengetahuan dan memiliki pengalaman dalam berkreasi musik, maka Anda perlu mencari dan menambahkan serta menyanyikan lagu yang berbeda sesuai dengan tandatanda musik dan simbolnya. Bentuk Nama Not Dan Tanda Diam Dalam Sistem Diatonis

Selain itu, terdapat pula tanda titik (.) yang diletakkan di belakang not
Misalnya
Pola Ritmik

Pola ritmik adalah salah satu elemen dari unsur irama. Mainkan pola ritmik berikut dengan bertepuk tangan secara berulang-ulang sehingga dapat merasakan perbedaannya dari setiap model.
Pola-pola ritmik lainnya yang dapat diimitasi melalui tepuk tangan atau
mengetuk benda. Misalnya, pola.
Pola

0 x

1)
prok

x x x x x x x x x .

prok prok prok

prok prok prok prok prok prok

pola tersebut dimainkan dengan cara bertepuk tangan

Rasa Birama
Birama adalah salah satu elemen dari unsur irama. Untuk dapat
membedakan rasa birama kamu perlu berlatih kepekaan. Sebaiknya kamu
sering mendengarkan melodi lagu secara seksama dan mengidentiikasi
birama dari frase ritmik yang dimainkan.
Misalnya:
(1)

(2)

b. Pola Melodi

Melodi adalah susunan rangkaian nada (bunyi dengan getaran teratur) yang terdengar berututan serta berirama, dan mengungkapkan suatu gagasan.Melodi disebut juga untaian nada-nada tunggal yang dikenali sebagai suatu kesatuan yang menyeluruh.
Melodi sebenarnya lebih mudah dikenal dari pada dideinisikan. Sebuah melodi mempunyai bagian awal, pergerakan nada-nada, dan bagian akhir. Melodi mempunyai arah, bentuk dan kesinambungan. Gerakan naik dan turun nada-nada melodi menimbulkan kesan ketegangan dan penyelesaian. Melodi yang bergerak dalam interval-interval yang kecil dinamakan melodi melangkah, sedang yang bergerak dalam interval besar dinamakan melodi melompat. Di samping naik dan turun berupa langkah- langkah dan lompatan,
melodi dapat juga hanya berupa pengulangan nada-nada yang sama. Terdapat beberapa elemen dalam unsur melodi, antara lain: tangga nada, sistem nada, jenis nada, sifat nada, kunci nada, dan interval nada.


Model Pola Melodi
Nyanyikan pola melodi yang diungkapkan berikut sesuai dengan tingkat kesulitan mudah, sedang, dan agak sulit.
(1)
Setelah kamu membacanya, rasakan mana yang paling sulit untuk dikuasai. Kemudian ulangi sampai kamu benar-benar mampu membedakan dan mengekspresikannya dengan baik dan tepat.
Model pola melodi dengan notasi angka daminatila, yang diterapkan pada
aransemen lagu Sorban Palid dalam iringan musik gamelan degung.

Sorban Palid
Degung Kreasi Lagu Daerah Jawa Barat dan ditransfer
Dewi Suryati Budiwati
Pangkat:

3 4 53 4

53 4 5 1


Harmoni

    Harmoni atau panduan nada ialah bunyi nyanyian atau permainan musik yang menggunakan dua nada atau lebih, yang berbeda tinggi nadanya dan kita dengar serentak. Dasar harmoni ini adalah trinada atau akor. Akor merupakan salah satu elemen musik, sedangkan elemen lainnya seperti kaden dan interval.
Trinada atau akor ialah bunyi gabungan tiga nada yang terbentuk dari salah satu nada dengan nada terts dan kuinnya, atau dari salah satu nada dengan tertsnya dan berikutnya terts dari nada yang baru, sehingga dikatakan juga terts bersusun. Trinada atau akor diberi nomor dengan angka romawi sesuai den an tingkat kedudukan nada dasarnya dalam tangga nada. Angka romawi besar menunjukan trinada/akor mayor, dan angka romawi kecil menunjukkan trinada/akor minor. Identiikasi model atau pola akor Praktikkan dan mainkan jumlah not ini secara serempak.



4 nada/akor septim

Identiikasi akor mayor atau minor atau augmented atau diminished
(1) Mayor

(2) Minor

(3) Augmented

(4) Diminished

4 nada/akor septim

Identiikasi akor mayor atau minor atau augmented atau diminished
(1) Mayor

(2) Minor

(3) Augmented

(4) Diminished

Salah satu fungsi dari penerapan akor adalah untuk menyusun sebuah komposisi lagu yang menerapkan dan memadukan kelompok suara manusia. Wujud dari karya musik ini adalah dapat berbentuk paduan suara. Paduan suara merupakan nyanyian bersama yang menggunakan dua suara atau lebih. Misalnya, kelompok suara wanita digabungkan dengan kelompok suara lakilaki (SATB/Sopran, Alto, Tenor, Bas)

d. Bentuk dan Stuktur Lagu 
Bentuk dan struktur lagu ialah susunan serta hubungan antara unsur-unsur musik dalam suatu lagu sehingga menghasilkan suatu komposisi atau lagu yang bermakna. Dasar pembentukan lagu ini mencakup pengulangan suatu bagian (repetisi), pengulangan dengan macam-macam perubahan (variasi,
sekuen), atau penambahan bagian baru yang berlainan atau berlawanan
(kontras), dengan selalu memperhatikan keseimbangan antara pengulangan
dan perubahannya. Untuk memudahkan pengertian kita, struktur musik ini
dapat diperbandingkan dengan struktur bahasa yang sudah kita kenal.
Elemen dari unsur bentuk dan struktur musik antara lain: wujud, motif,
sekuen, repetisi, variasi, dan kontras.

e. Ekspresi
Ekspresi dalam musik ialah ungkapan pikiran dan perasaan yang
mencakup semua nuansa dari tempo, dinamik, dan warna nada. Unsur-unsur
pokok musik, dalam pengelompokan frase (phrasing) yang diwujudkan oleh
seniman musik atau penyanyi, disampaikan kepada pendengarnya.
Elemen-elemen dari unsur ekspresi dalam musik dikatakan Jamalus
(1992) terdiri dari berikut.

• Tempo atau tingkat kecepatan musik, sering disebut kecepatan gerak
pulsa dalam lagu dengan gerak lambat, sedang, dan cepat. Sebagai contoh
tempo sedang (andante, moderato), tempo cepat (mars, allegro) tempo
lambat (adagio, largo)
• Dinamik atau tingkat volume suara atau keras lunaknya suara/bunyi,
misalnya tanda untuk tingkat volume suara keras forte dengan simbol (f),
fortissimo dengan simbol (ff), dinamik lemah atau lunak dilambangkan
dengan piano dengan simbol (p), pianissimo dengan simbol (pp), dan
crescendo dengan simbol ().

• Timbre atau disebut dengan warna nada yang dihasilkan bergantung pada
bahan sumber suara, serta gaya atau cara memproduksi nadanya.
• Frase yang sering disebut kalimat lagu, biasanya setiap satu kalimat yang
dimaksud dibatasi dengan simbol koma (,) selain itu koma juga berfungsi
untuk bernafas.
• Karakter suara, penggolongan suara, intensitas suara atau bunyi.
• Gaya (style) suara/bunyi, sebuah cara dalam melakukan penampilan/
sikap.
• Modulasi, ialah proses pemindahan suatu tangga nada ke tangganada lain
dalam sebuah lagu.
• Transposisi, ialah pemindahan tangga nada dalam memainkan,
menyanyikan, menuliskan sebuah lagu dari tangga nada aslinya tetapi
lagunya tetap sama. Gunanya untuk menyesuaikan wilayah nada dengan
wilayah suara penyanyi atau wilayah nada alat yang akan digunakannya.
Silakan kamu cari tahu tentang pengertian unsur-unsur musik dan
elemen dari setiap unsur musik?
Untuk apa fungsi semua unsur dan elemen musik tersebut. Mengapa
semua itu perlu untuk kamu pelajari?
Buatlah pola-pola baru dari setiap unsur musik itu! Caranya lakukan
kegiatan kreativitas dalam berkarya musik!
Tugas pembelajaran yang harus kamu kerjakan!
1. Apa yang dapat kamu rasakan setelah mengamati karya musik?
2. Adakah persamaan dan perbedaan yang terlihat dari karya musik yang
dipertunjukan itu, jelaskan dengan singkat dan padat!
3. Unsur musik apa yang biasanya tersaji dalam pertunjukkan seni musik
yang kamu temukan?
4. Elemen musik apa yang biasanya tersaji dalam pertunjukkan seni musik
yang kamu apresiasi?
5. Simbol-simbol musik apa saja yang terdapat dalam karya musik yang kamu
pelajari?
Diskusikanlah jawaban kamu dengan teman-teman kelasmu agar
mendapat keputusan hasil yang maksimal. Kemudian buatlah
laporan tertulis dari hasil diskusi tersebut!
Format Diskusi Hasil Pengamatan Pertunjukkan Seni Musik
Nama Siswa/Kelompok
Nomor Induk Siswa
Hari/Tanggal Pengamatan
No
1.
2.
3.
4.

: ………………………
: ………………………
: ………………………

Aspek yang Diamati

Hasil Diskusi

Seni Budaya

107

Di unduh dari : Bukupaket.com

C. Nilai Estetis Seni Musik
ermacam-macam karya seni musik lahir dan berkembang di negeri tercinta
ini, mulai dari musik vokal dalam bentuk lagu yang berupa nyanyian,
sampai pada musik instrumen yang ditimbulkan dari suara alat yang berupa
instrumentalia, Semua karya musik itu memiliki nilai estetis.



Melalui tayangan gambar tersebut, kamu diharapkan mampu menjawab
pertanyaan berikut. Kemudian isilah titik-titik dibawah dengan jawaban kamu.
No
1
2
3

4

Pertanyaan
Apakah yang dimaksud dengan gambar
karya seni musik?
Apakah yang dimaksud dengan nilai
estetis pada seni musik?
Apakah tema yang terungkap pada
karya seni musik itu?
Dapatkah kamu merasakan hal yang
sama setelah mengamati secara visual
karya musik dengan tafsiran konsep
tadi?

Jawaban
.............................................
.............................................
.............................................

.............................................

Nilai Seni Musik
Secara konseptual Lomax (1957) menyatakan dalam Budiwati (2001)
bahwa musik lebih dititik-beratkan kepada sesuatu kegiatan yang bernilai,
yaitu musik sebagai releksi dari nilai dan perilaku dalam budaya sebagai
satu kesatuan dalam mengisi fungsi sosial. Efek utama dari musik itu sendiri
adalah memberikan sesuatu pada pendengar akan perasaan aman, karena ia
melambangkan tempat lahir, kepuasan masa kanak-kanaknya, pengalaman
agamisnya, kesenangan dalam kehidupan masyarakat, kepahitan pengalaman
batin, dan pembentukan kepribadian misalnya.
Sebagaimana dikatakan Melalatoa (2000:2) dalam Budiwati (2003)
bahwa: Nilai yang terdapat dalam sistem budaya di Indonesia khususnya di
bidang pendidikan meliputi: nilai pengetahuan, nilai religi, nilai sosial, nilai
ekonomi dan nilai seni.
Nilai merupakan suatu konsep abstrak yang
dipandang baik dan bernilai yang digunakan
sebagai acuan tingkah laku dalam kehidupan.
Semua tingkah laku dalam kehidupan masyarakat tidak dapat terlepas
dari sistem budaya yang pada hakikatnya merupakan kompleks nilai-nilai
dalam menguasai kehidupannya. Sedyawati (1993) dalam Budiwati (2003)
berpendapat bahwa nilai seni memiliki arti sebagai nilai budaya yang
didapatkan khusus dalam bidang seni yang berkenaan dengan hakikat karya

Seni Budaya

109

Di unduh dari : Bukupaket.com

seni dan hakikat berkesenian.
Hakikat dari seni merupakan simbol dari suatu hasil aktivitas dan kreativitas
manusia di dalam menjalani kehidupannya, dan suatu karya seni yang artistik
di dalamnya sudah tentu mengandung makna yang bernilai. Realisasi dari nilainilai artistik dapat terungkap dalam berbagai bentuk seni, baik tradisional,
modern, maupun kontemporer. Bentuk seni tersebut diwujudkan melalui
musik, tari, rupa, dan teater. Semua wujud seni tersebut memiliki ciri garapan
berdasarkan pola-pola yang sudah baku, yang berfungsi sebagai presentasi
estetis, seperti dalam kegiatan yang bersifat religius, edukatif, sosial, ritual
yang tertuang melalui berbagai upacara dan berkreasi seni.
Seni musik merupakan sebuah konigurasi gagasan dan kekuatan yang
kadangkala melampaui batas-batas realitas hidup yang ada. Hal tersebut
karena melalui pernyataan rasa estetis dan gagasan itulah seni musik dapat
dijadikan sebagai ciri identitas kebudayaan masyarakat pendukungnya. Seni
musik merupakan pengejawantahan rasa estetis manusia sebagai tuntutan
rohaniah akan keindahan. Seni musik dapat dimanfaatkan untuk pemenuhan
kebutuhan estetis, selain dapat dipergunakan dalam berbagai kepentingan
budaya mulai dari kegiatan ritual keagamaan sampai kepada propaganda
politik dan kegiatan pendidikan.
Proses pendidikan seni musik telah menetapkan beberapa nilai-nilai
dasar dari kebudayaan manusia yang harus disosialisasikan, diterapkan, dan
dikembangkan dalam diri peserta didik. Pendidikan seni musik berperan
sebagai media untuk menanamkan dan mensosialisasikan nilai-nilai budaya
sebagai acuan hidup. Pendidikan seni musik, idealnya diharapkan mempunyai
peran kunci dalam menanamkan dan mengembangkan aspek afektif,
psikomotor, dan kognitif.
Sosialisasi dari nilai edukatif atau nilai pendidikan seni musik pada
kehidupan masyarakat dapat tercermin dengan adanya suatu kegiatan
mendidik, mengajar dan melatih manusia untuk kreatif dan apresiatif, hidup
estetis berpedoman pada norma, nilai, dan tata kehidupannya. Wujud lain
dari nilai edukatif dan estetis ini adalah adanya sikap percaya diri pada siswa
untuk mau belajar, berkreasi, dan bermasyarakat, serta berapresiasi. Selain hal
tersebut, nilai plus dari kedua nilai tersebut adalah adanya wujud kreativitas
dalam mencipta, menyajikan, mengransemen, mengkompos, dan merekareka karya baik berupa lagu-lagu, komposisi, atau pun karya verbal lainnya
ke arah yang lebih baik, pantas, dan indah didengar, indah dilihat, serta indah
dirasakan. Semua itu dilakukan untuk menyesuaikannya dengan kebutuhan
dan perkembangan kehidupan masyarakat penikmat, walaupun dalam
penyajian seni itu yang disampaikan oleh setiap indivudu akan memberikan



warna, ataupun ornamen yang berbeda.
Nilai Estetis dalam seni yang merupakan untaian mutiara nilai
estetis yang artistik, dapat mendekatkan manusia pada nilai-nilai keindahan.
Keindahan yang identik dengan estetis, dapat terlukiskan dalam bentuk karya
seni musik. Keindahan yang mau dicapai dalam seni musik didukung oleh
unsur pokok musik dan unsur penunjangnya, seperti sastra lagu dan media
ungkapnya. Sastra lagu menunjang daya untuk membangun nilai estetis dari
jalur bahasa dan komposisi melodi nada-nada dari jalur lagu. Keduanya
harus menyatu, saling bersama, dan berperan seimbang, menuju apa yang
dihasratkan seniman pencipta.
Sosialisasi nilai estetis dalam seni musik vokal dapat tersirat lewat
bentuk sastra lagu atau lirik lagu dan untaian melodi nada-nada yang
tertata secara khusus, dan memiliki sifat kesederhanaan, keagungan, dan
kekompleksitasannya.
Melalui suara dan bunyi yang bernada kita dapat berkomunikasi;
Melalui suara dan bunyi kita dapat berkreasi.
Kreasi Musik Merupakan Bagian dari Dunia Bunyi dan atau Dunia Suara
Ada kreasi musik bernada dan ada pula kreasi musik tak bernada. Ada
kreasi musik yang bernada dan berirama ada pula kreasi musik berirama tapi
tidak bernada. Ada kreasi musik yang bernada, berirama dan berkata, ada pula
kreasi musik yang bernada/tidak bernada, berirama tetapi tidak menggunakan
kata (intrumentalia).
Melakukan bernyanyi atau bermain alat musik tentu bukanlah hal yang
asing bagi kamu, setiap hari kamu dapat mendengarkan dan melihat
orang bernyanyi, dan bermusik baik melalui media teknologi, tayangan
di televisi, radio, atau mungkin dapat melihat secara langsung dalam
melakukan kegiatan pendidikan. Bahkan Anda sendiri pun mungkin
senang dan sedang melakukan kegiatan tersebut, walaupun kadang belum
mampu menggunakan prinsip dan teknik bermusik dan menerapkan
unsur-unsur musik yang baik dan benar.

Kreasi Seni Musik
Untuk mengarahkan pada kreasi seni musik, silakan kamu amati secara
cermat karya seni musik berikut. Kemudian analisis lagu yang disajikan sebagai



bahan untuk dipelajari dan dinyanyikan secara kelompok dan secara klasikal.
Kegiatan akhir yang harus kamu lakukan adalah mendiskusikan hal-hal yang
terkait dengan langkah-langkah yang harus dilakukan dalam mengkreasikan,
menganalisa, dan mengeksplorasikan lagu tersebut. Sehubungan dengan lagu
tersebut difungsikan sebagai bahan apresiasi seni dan kegiatan analisis seni
musik.

Main Musik
Musik
Main

Allegretto
Allegretto
Do
= C 3/4
Do = C 3/4

A.T Mahmud
A.T Mahmud

 43                  
 43                  
                   
                   
                
                
               
               

Suara 1
Suara 1

Ma ri ka
Ma ri ka

wan ku ma
wan ku ma

ri ber su
ri ber su

ka
ka

ma in mu
ma in mu

sik
sik

ma in mu
ma in mu

sik
sik

Suara 2
Suara 2

S.1
S.1

S.2
S.2

S.1
S.1

S.2
S.2

S.1
S.1

S.2
S.2

112

9
9

ma ri ka
ma ri ka

wan ku ma
wan ku ma

ri ber su
ri ber su

ka
ka

ma in mu
ma in mu

sik ber sa
sik ber sa

ma
ma

sa
sa

16
16

ma
ma

de
de

ngar
ngar

i ra ma nya
i ra ma nya

de
de

ngar
ngar

bi ra ma
bi ra ma

nya
nya

sung
sung

guh
guh

27
27

se nang ha
se nang ha

ti
ti

se nang ha
se nang ha

ti
ti

ber ma
ber ma

in
in

Kelas XII SMA/ MA/ SMK/ MAK

Di unduh dari : Bukupaket.com

mu
mu

sik
sik

Semester 1

Sumber dikutip dari dari kumpulan lagu-lagu yang disusun Hidayat

Tugas Kreativitas
Kamu diberi tugas untuk melakukan kreativitas berikut:
1. Menyimak, mempelajari dan mempresentasikan contoh lagu yang sering
dinyanyikan dan mungkin sering kamu dengar dalam kehidupan seharihari.
2. Menganalisis kreasi musik daerahmu dan buatlah musik kreasi yang
diajarkan di sekolah!
3. Menganalisis kreasi musik yang disajikan oleh guru dan musik kreasi
yang ditayangkan di media!
4. Menganalisis karya musik yang sedang trend di masyarakat!
Petunjuk: Langkah-langkah belajar yang harus dilakukan:


usahakan sebelum melakukan kegiatan bermusik, kamu dapat
melakukan rileksasi dahulu;



tanamkan rasa nada sebelum bernyanyi, yakinkan dahulu bahwa kamu
telah hafal tinggi rendahnya nada sebelum bernyanyi;



tentukan dulu tinggi nada yang sesuai dengan wilayah suara kamu



membaca notasi lagu/nada-nada terlebih dahulu;



tentukan tempo/kecepatan yang sesuai dengan isi lagu;



mempelajari lirik dan karakter lagu;
mempelajari unsur-unsur musik yang ada pada lagu;
bernyanyilah dengan teknik vokal yang benar.

Pengalaman Bermusik Dilakukan Melalui Kegiatan:
 Mendengarkan musik: memperhatikan bunyi yang terdengar dalam
dimensi waktu.
 Bernyanyi: merupakan alat bagi seseorang untuk mengungkapkan pikiran
dan perasaannya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Materi Ke-3 Agama Hindu Kelas XII

Kelas XII Bab IV ASHTANGGA YOGA DAN MOKSHA

Materi : C. SAD DARSANA