B. B. Bagian-bagian Ajaran Bhakti Sejati
Kitab Bhagavata Purana VII.5.23 menyebutkan ada 9 jenis
bhakti kehadapan Ida Sang Hyang Widhi/Tuhan Yang Maha Esa, yang disebut dengan
istilah Navavidha bhakti, diantaranya:
1. Srawanam yang berarti berbhakti kepada Tuhan dengan cara membaca atau
mendengarkan hal-hal yang bermutu seperti pelajaran/ceramah keagamaan,
cerita-cerita keagamaan dan nyanyian-nyanyian keagamaan, membaca kitab-kitab
suci.
2. Kirtanam yang
berarti berbhakti kepada Tuhan dengan jalan menyanyikan kidung suci keagamaan
atau kidung suci yang mengagungkan kebesaran Tuhan dengan penuh pengertian dan
rasa bhakti yang ikhlas serta benar-benar menjiwai isi kidung tersebut.
3. Smaranam adalah
cara berbhakti kepada Tuhan dengan cara selalu ingat kepada-Nya, mengingat
nama-Nya, bermeditasi. Setiap indera kita menikmati sesuatu, kita selalu ingat
bahwa semua itu adalah anugrah dari Tuhan. Cara yang khusus untuk selalu
mengingat Beliau adalah dengan mengucapkan salah satu gelar Beliau secara
berulang-ulang misalnya: “Om Nama Siwa ya”. Pengucapan yang berulang-ulang ini
disebut dengan japa atau japa mantra.
4. Padasevanam
yaitu dengan memberikan pelayanan kepada Tuhan Yang Maha Esa, termasuk
melayani, menolong berbagai mahkluk ciptaannya.
5. Arcanam yaitu berbhakti kepada Tuhan dengan cara memuja keagungan-Nya.
6. Vandanam yaitu berbhakti kepada Tuhan dengan jalan melakukan sujud dan
kebhaktian.
7. Dhasyam yaitu
berbhakti kepada Tuhan dengan cara melayani-Nya dalam pengertian mau melayani
mereka yang memerlukan pertolongan dengan penuh keiklasan.
8. Sukhyanam yaitu memandang
Tuhan Yang Maha Esa sebagai sahabat sejati, yang memberikan pertolongan ketika
dalam bahaya.
9. Atmanivedanam adalah berbhakti kepada Tuhan dengan cara menyerahkan diri
sepenuhnya kehadapan Hyang Widhi. Seseorang yang menjalankan bhakti dengan cara
ini akan melakukan segala sesuatunya sebagai persembahan kepada Tuhan.
Dengan demikian, dapat dinyatakan bahwa seseorang yang mengikuti jalan
bhakti sejati kepada Tuhan Yang Maha Esa/Ida Sang Hyang Widhi beserta
prabhava-Nya dengan penuh pengabdian, memuja dan memuji, penyerahan diri secara
tulus. Bila seseorang pemuja dapat menyatukan dirinya dengan yang dipuja (Tuhan
Yang Maha Esa), yang bersangkutan dapat menikmati kebahagiaan dalam hidupnya.
Kitab Bhagawadgita menjelaskan sebagai berikut.
Bhaktyã mãm abhijãnãti,
yãvãn yas cha ‘smi tatvatah’,
tato tattvato mãm jnãtvã
visate tadanantaram. (Bhagawadgita, XVIII.55)
terjemahannya:
Dengan berbhakti kepada-Ku, ia mengetahui siapa dan apa sesungguhnya Aku,
dan dengan mengetahui hakekat-Ku, ia mencapai Aku dikemudian hari (Pudja, 2004
: 434).
Komentar
Posting Komentar